Pertamina Hulu Rokan Gandeng UMKM Difabel,Bawa Kopi Inklusi

  • 22 Mei 2026 09:06 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jakarta - Di balik gemuruh industri minyak dan gas nasional, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Satu Sumatra menunjukkan komitmen nyata dalam merangkul kelompok rentan. Dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Jakarta, PHR memboyong produk kopi hasil karya para penyandang disabilitas binaan mereka ke pameran kelas dunia, Kamis, 21 Mei 2026.

Kehadiran unit usaha bernama Inklusi Coffee yang dikembangkan di Rumah Kreatif Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang ini, sukses mencuri perhatian para pengunjung pameran industri hulu migas tersebut.

Direktur Utama PHR Regional Satu, Muhamad Arifin, menjelaskan bahwa bagi perusahaan, menjaga ketahanan energi nasional harus berjalan selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi, termasuk memberikan ruang produktif bagi kaum difabel.

"Kehadiran PHR di IPA Convex dua ribu dua puluh enam menjadi momentum untuk menunjukkan inovasi teknologi dan strategi bisnis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Namun di sisi lain, kami juga berkomitmen memastikan masyarakat di wilayah operasi, termasuk kelompok rentan, mendapatkan dampak positif yang berkelanjutan," jelas Muhamad Arifin.

Selain mempromosikan kedai kopi ramah difabel dari Aceh, PHR juga menampilkan beragam inisiatif ekonomi kreatif berbasis budaya lokal dari wilayah kerja lainnya. Di Zona Rokan misalnya, perusahaan konsisten mengembangkan Brand Mandau untuk memberdayakan kelompok perempuan melalui produksi kerajinan Batik Mandau.

Sementara di Zona Empat Sumatra Selatan, PHR menginisiasi Program Rumah Kreatif Boek Khaman di Kabupaten Muara Enim. Program ini berhasil mengintegrasikan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dengan pengolahan limbah bambu serta kain batik lokal menjadi produk bernilai jual tinggi.

Melalui langkah ini, PHR ingin mengirimkan pesan kuat kepada pelaku industri global bahwa keberhasilan operasional sebuah perusahaan migas tidak hanya diukur dari besarnya volume produksi harian, melainkan juga dari seberapa besar kepedulian sosial yang diwujudkan nyata bagi masyarakat sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....