Dehidrasi dan ISPA Jadi Ancaman Kesehatan Jemaah Haji
- 20 Mei 2026 11:17 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi— Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji asal Indonesia, termasuk dari Provinsi Jambi. Kondisi tersebut membuat jemaah rentan mengalami gangguan kesehatan seperti dehidrasi dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Plt Kepala Balai Karantina Kesehatan Kelas II A Jambi, Dewi Juli Arta Simanjuntak mengatakan, dehidrasi menjadi keluhan yang paling sering muncul akibat kurangnya asupan cairan selama aktivitas ibadah.
“Biasanya dehidrasi karena kekurangan cairan. Mungkin karena sibuk aktivitas jadi lupa minum,” ujarnya, Rabu 20 mei 2026.
Menurutnya, suhu udara di Arab Saudi dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius sehingga jemaah membutuhkan asupan cairan lebih banyak dibanding kondisi normal.
“Kalau cuaca panas bisa sampai tiga liter karena kita pasti banyak berkeringat,” katanya.
Selain dehidrasi, jemaah juga rentan mengalami ISPA akibat perubahan cuaca, kelelahan, serta aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
“Bisa juga infeksi saluran pernapasan atas atau yang sering disebut panas dalam,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementrian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab mengatakan suhu di Madinah saat ini berkisar 44 hingga 45 derajat Celsius dan bisa lebih tinggi saat puncak ibadah haji di Armuzna.
“Biasanya kalau sudah di Armuzna itu bisa sampai 51 derajat. Kita berharap tidak sampai sejauh itu,” ujarnya.
| Baca juga: Suhu Panas Bisa Picu Kahutla |
Ia mengimbau jemaah untuk rutin minum air putih meskipun tidak merasa haus.
“Minumlah air setiap 10 menit. Haus tidak haus tetap minum air setiap 10 menit karena bisa saja tidak haus tetapi telah terjadi dehidrasi dalam tubuh,” katanya.
Selain memperbanyak minum air putih, jemaah juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, menggunakan pelindung kepala, memperbanyak konsumsi buah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....