Kurikulum Tak Sinkron, Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbuka di Jambi
- 19 Mei 2026 10:56 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang digadang-gadang siap melahirkan tenaga kerja siap pakai, kini justru menyumbang angka pengangguran yang cukup tinggi di Provinsi Jambi. Fenomena mismatch atau ketidakcocokan antara jurusan sekolah dengan kebutuhan pasar kerja dinilai menjadi rapor merah yang harus segera dibenahi oleh pemerintah daerah.
Berdasarkan rilis terbaru Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) untuk periode Februari dua ribu dua puluh enam, potret buram ini dipicu oleh faktor klasik. Kurikulum dan jurusan yang disediakan di bangku sekolah dinilai belum sejalan dengan ketersediaan lowongan kerja yang ada di daerah.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jambi, Sisilia Nurteta, memaparkan bahwa dari total 74 ribu orang yang masuk dalam daftar pengangguran di Jambi, kelompok lulusan SMK dan Sekolah Menengah Atas (SMA) justru menjadi penyumbang terbesar pada angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
"Kondisi Februari dua ribu dua puluh enam ini, meski TPT kita turun menjadi tiga koma sembilan puluh sembilan persen, namun jika dibedah berdasarkan tingkat pendidikan, pengangguran paling banyak masih berasal dari lulusan SMK dan SMA. Ini menjadi indikasi adanya kendala serapan, di mana kompetensi lulusan belum sepenuhnya cocok dengan kebutuhan lapangan kerja saat ini," ungkap Sisilia Nurteta, Selasa 12 Mei 2026 lalu.
Catatan BPS menunjukkan, saat ini terdapat satu koma delapan puluh tujuh juta orang yang masuk dalam kategori angkatan kerja aktif di Provinsi Jambi. Namun akibat ketidakcocokan keahlian dengan kebutuhan industri, banyak lulusan SMK yang terpaksa gigit jari atau memilih bergeser ke sektor informal demi menyambung hidup. Kondisi ini mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap linieritas jurusan sekolah dengan potensi industri lokal.
Di sisi lain, BPS Jambi mencatat total penduduk usia kerja di wilayah ini secara keseluruhan berada di angka dua koma delapan puluh lima juta orang. Dari jumlah populasi produktif tersebut, warga yang sudah beruntung dan terserap aktif dalam dunia kerja baru mencapai satu koma delapan puluh juta orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....