BMKG Sultan Taha Ingatkan Potensi Banjir Rob di Wilayah Pesisir Timur Jambi

  • 12 Mei 2026 12:30 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi banjir pesisir atau banjir rob akan terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia pada pertengahan Mei 2026. Untuk wilayah Provinsi Jambi, fenomena tersebut diperkirakan terjadi pada 19 hingga 23 Mei 2026.

Prakirawan BMKG Sultan Taha Jambi, Jaya Martua Sinaga mengatakan banjir pesisir dipicu oleh fenomena astronomi yang menyebabkan pasang air laut maksimum.

“Untuk banjir pesisir memang diperkirakan terjadi hampir di seluruh wilayah pesisir Indonesia mulai tanggal 17 Mei. Namun untuk wilayah Jambi, khususnya pesisir timur Jambi, diperkirakan terjadi mulai tanggal 19 hingga 23 Mei 2026,” ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut terjadi akibat fase bulan Perigee dan bulan purnama, ketika posisi matahari, bulan, dan bumi berada dalam jarak berdekatan dan sejajar sehingga meningkatkan gaya gravitasi terhadap air laut.

“Di bulan Mei ini terjadi fenomena bulan Perigee, artinya matahari, bulan, dan bumi jaraknya berdekatan dan sejajar. Kondisi ini menyebabkan gravitasi menarik air laut sehingga terjadi pasang air laut maksimum di wilayah pesisir,” jelasnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan karena banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.

Menurut Jaya, dampak yang ditimbulkan antara lain terganggunya aktivitas pelabuhan, bongkar muat barang, aktivitas permukiman pesisir, hingga kegiatan perikanan darat seperti budidaya tambak ikan.

“Banjir pesisir sangat mengganggu aktivitas masyarakat di pesisir maupun di pelabuhan, kemudian aktivitas di permukiman pesisir karena tergenang air, dan juga aktivitas perikanan darat seperti budidaya tambak ikan di daerah pesisir,” katanya.

Wilayah yang diperkirakan terdampak banjir pesisir meliputi kawasan pesisir timur Jambi, yakni Kuala Tungkal, Mendahara Ilir, Sabak Timur, Nipah Panjang, dan Sadu.

“Sepanjang garis pantai pesisir timur Jambi, mulai dari Tanjung Jabung Barat hingga Tanjung Jabung Timur, termasuk Sadu dan wilayah pesisir lainnya, berpotensi mengalami banjir pesisir,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....