Perkuat Pasokan, Bulog Jambi Jaga Daya Beli dan Stabilitas Pangan
- 06 Mei 2026 12:18 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi-Perum Bulog Kanwil Jambi terus menggencarkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga terjangkau guna menjaga stabilitas harga serta menekan inflasi di Provinsi Jambi.
Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Jambi, Ahmad Muzajjad Faqihudin, mengatakan beras SPHP saat ini dijual seharga Rp11.300 per kilogram dan didistribusikan secara rutin ke berbagai pasar.
“Kami setiap hari menggelontorkan beras SPHP ke pasar-pasar. Harganya Rp 11.300 per kilogram, sehingga masyarakat memiliki alternatif beras dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.
Distribusi beras murah tersebut dilakukan di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Angso Duo, Talang Banjar, Pasar Sengeti, hingga pasar-pasar di kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Jambi.

Selain beras, Bulog juga terus menyalurkan minyak goreng ke pasar guna memastikan pasokan tetap stabil dan harga tidak mengalami lonjakan.
Ahmad menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Adha 1447 H.
“Jika pasokan cukup dan intervensi pasar dilakukan secara rutin, maka harga dapat tetap stabil dan tidak terjadi kenaikan signifikan,” katanya.
Ia juga memastikan stok pangan yang dimiliki Bulog dalam kondisi aman, bahkan mencukupi untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan.
Dengan adanya intervensi pasar melalui beras SPHP dan distribusi minyak goreng, diharapkan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau serta inflasi di Jambi tetap terkendali.
Sementara itu, fenomena El Nino yang berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang tidak menyurutkan optimisme Perum Bulog dalam mencapai target serapan gabah di Provinsi Jambi tahun ini.
Ahmad Muzajjad Faqihudin mengatakan, hingga saat ini realisasi serapan gabah telah mencapai sekitar 3.500 ton atau 65 persen dari target sebesar 5.300 ton.
“Target serapan beras di wilayah Provinsi Jambi sekitar 5.300 ton. Saat ini realisasi pengadaan sudah sekitar 3.500 ton atau kurang lebih 65 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyerapan gabah masih terus berlangsung di sejumlah wilayah sentra produksi, diantaranya Kuala Tungkal, Sungai Penuh, dan Kerinci.
“Kami terus melakukan penyerapan. Apalagi hingga akhir April sampai Mei masih terdapat masa panen di wilayah barat dan timur Jambi, termasuk Kerinci dan Sungai Penuh,” katanya.
Meski dihadapkan pada potensi dampak El Nino, Bulog tetap optimistis target serapan dapat tercapai hingga akhir tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....