Produksi Padi Batang Hari Melonjak, Defisit Beras Berhasil Ditekan

  • 05 Mei 2026 21:48 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Batang Hari terus menunjukkan tren positif. Sepanjang rentang waktu 2024 hingga 2025, angka produksi padi dan beras di wilayah ini mencatatkan peningkatan drastis berkat perluasan area panen dan naiknya tingkat produktivitas panen, meski secara keseluruhan pemenuhan kebutuhan beras daerah masih berstatus defisit.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana, menyampaikan bahwa lonjakan hasil panen ini menjadi salah satu capaian krusial bagi pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan target swasembada pangan.

"Terjadi kenaikan yang cukup signifikan, baik dari sisi luas panen maupun produksi padi," ungkap Roma saat dikonfirmasi, Senin 4 Mei 2026.

Merujuk pada data pertanian terbaru, luasan area panen padi bertambah dari 5.069 hektare pada tahun 2024 menjadi 7.252 hektare di tahun 2025, atau mengalami lonjakan hingga 43,07 persen. Perluasan lahan ini turut dibarengi dengan naiknya produktivitas hasil tanam dari 3,79 ton per hektare menjadi 4,11 ton per hektare, atau naik sekitar 8,44 persen.

Kondisi tersebut otomatis mengerek total produksi padi yang melesat tajam 55,35 persen, dari sebelumnya 19.186 ton menjadi 29.805,72 ton. Sejalan dengan itu, volume produksi beras lokal pun ikut terdongkrak dari 11.098 ton menjadi 17.279 ton (naik 55,69 persen).

Lebih lanjut Roma memaparkan, meski tingkat konsumsi beras masyarakat Batang Hari juga tercatat tinggi hingga menyentuh 28.799,73 ton, melimpahnya hasil panen lokal sukses menekan laju defisit. Beban defisit beras yang pada tahun sebelumnya berada di angka minus 16.480,58 ton, kini berhasil dipangkas menjadi minus 11.520,73 ton.

"Artinya, ada penurunan defisit sekitar 30 persen. Ini menunjukkan arah perbaikan yang cukup baik," pungkasnya optimis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....