Pemprov Jambi Dukung Program BioCF ISFL
- 04 Mei 2026 15:45 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan Program BioCF ISFL (BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes) di Provinsi Jambi. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan closing meeting fase pra-investasi program BioCF ISFL Tahun Anggaran 2022–2026 yang berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi, Kota Jambi, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian sekaligus merumuskan langkah strategis menuju fase berikutnya.
Acara ini turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan penting, di antaranya Kepala Bappeda Provinsi Jambi Agus Sunaryo, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH Ary Sudijanto, Direktur Perhimpunan dan Pengembangan Dana BPD LH RI Endah Tri Kurniawaty, serta Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Haruki Agustina. Kehadiran para pihak ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mengawal isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan di daerah.
Program BioCF ISFL sendiri merupakan inisiatif global yang berfokus pada pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan melalui pendekatan REDD+. Selain itu, program ini juga mendorong transformasi menuju ekonomi hijau dan tata kelola lahan yang lebih berkelanjutan di Provinsi Jambi. Melalui forum penutupan fase pra-investasi ini, seluruh pembelajaran selama empat tahun terakhir diharapkan menjadi pijakan kuat dalam memperkuat kebijakan dan implementasi di masa depan.
Mengusung tema “Membangun Paradigma Baru Pertumbuhan Ekonomi Hijau Melalui Pembelajaran Program Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Berbasis Yurisdiksi di Provinsi Jambi”, kegiatan ini menegaskan pentingnya pendekatan terintegrasi dalam pembangunan. Dalam arahannya, Wagub Sani menyampaikan bahwa Jambi memiliki potensi besar sumber daya alam, dengan kawasan hutan lebih dari 2,1 juta hektare, ekosistem gambut yang luas, serta kawasan mangrove yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Namun demikian, tantangan deforestasi, degradasi lahan, dan perubahan iklim masih menjadi pekerjaan besar yang harus dihadapi. Oleh karena itu, implementasi BioCF ISFL diarahkan untuk mendukung pembangunan rendah emisi yang selaras dengan dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD Provinsi Jambi. Fokus fase pra-investasi mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan praktik ramah lingkungan, serta pengembangan sistem monitoring, evaluasi, dan pelaporan emisi yang transparan dan akuntabel.
Lebih lanjut, Wagub Sani menjelaskan bahwa komitmen Jambi terhadap aksi iklim ditargetkan mampu menurunkan emisi lebih dari 17 juta ton CO₂e pada periode 2021–2025, sekaligus berkontribusi sekitar 10 persen terhadap target nasional FOLU Net Sink 2030. Dengan potensi harga karbon mencapai USD 7 per ton CO₂e, Jambi berpeluang memperoleh pendanaan hingga USD 70 juta melalui skema pembayaran berbasis kinerja. Ia optimistis, dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan, Jambi dapat menjadi contoh keberhasilan bahwa hutan tidak hanya berfungsi sebagai penjaga lingkungan, tetapi juga sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....