Serapan Pupuk Subsidi Meningkat, Pupuk Indonesia Siap Tambah Kapasitas Produksi
- 30 Apr 2026 21:27 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Direktur Operasi Pupuk Indonesia Holding Company, Dwi Satriyo Annurogo, mengungkapkan bahwa penyerapan pupuk subsidi secara nasional mengalami peningkatan signifikan seiring dengan penyederhanaan kebijakan distribusi oleh pemerintah.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rembuk Tani di Provinsi Jambi yang diselenggarakan oleh Pupuk Indonesia Holding Company, Kamis 30 April 2026, yang mempertemukan pemerintah pusat, daerah, serta para petani untuk berdialog langsung terkait kebutuhan dan persoalan di lapangan.
Menurut Dwi Satriyo, saat ini terdapat lonjakan serapan pupuk subsidi hingga 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hingga 29 April 2026, total distribusi pupuk subsidi telah mencapai sekitar 3,15 juta ton, meningkat dari sekitar 2,5 juta ton pada tahun lalu.

“Ini menunjukkan bahwa dengan kebijakan yang lebih sederhana, petani semakin mudah mengakses pupuk subsidi dan pemanfaatannya juga meningkat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah memberikan dukungan besar melalui kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen sejak 22 Oktober tahun lalu, yang hingga kini tetap dipertahankan meskipun terjadi dinamika global.
“Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani. Di tengah harga yang cenderung naik, pupuk subsidi justru diturunkan dan tidak dinaikkan kembali,” katanya.
Terkait kondisi di Provinsi Jambi, Dwi menyebutkan bahwa serapan pupuk juga menunjukkan tren positif. Hingga akhir April, serapan pupuk urea telah mencapai sekitar 40 persen, sementara pupuk NPK bahkan mencapai 46 persen, lebih tinggi dari rata-rata normal sekitar 33 persen pada periode yang sama.
“Artinya petani di Jambi sangat aktif dan produktif. Ini juga didukung oleh ketersediaan pupuk dan regulasi yang semakin memudahkan,” jelasnya.
Untuk memastikan kelancaran distribusi, pihaknya juga telah menyiapkan stok pupuk yang memadai di wilayah Jambi, dengan cadangan mencapai lebih dari 3.400 ton yang siap disalurkan kapan saja sesuai kebutuhan petani.
“Kalau ada kios yang stoknya menipis, langsung kami isi. Jadi bukan berarti pupuk tidak ada, tapi karena serapannya memang tinggi,” tegasnya.
Selain itu, Dwi juga menanggapi aspirasi petani terkait penambahan komoditas yang masuk dalam skema pupuk subsidi. Saat ini, terdapat 10 komoditas yang telah diakomodasi, termasuk penambahan singkong dari sebelumnya sembilan komoditas.
Ia menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung jika pemerintah memutuskan untuk menambah komoditas baru dalam skema subsidi.
“Aspirasi dari petani ini akan menjadi masukan bagi pemerintah. Kami di Pupuk Indonesia siap melaksanakan jika ada kebijakan penambahan komoditas,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kebutuhan ke depan, Pupuk Indonesia juga tengah menyiapkan rencana pengembangan kapasitas produksi. Saat ini, seluruh pabrik beroperasi dalam kapasitas penuh guna memenuhi kebutuhan pupuk nasional.
Dengan peningkatan produksi dan distribusi yang lebih efisien, diharapkan kebutuhan pupuk petani dapat terpenuhi secara optimal, sehingga mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.
“Kami mengapresiasi peran petani yang luar biasa dalam menjaga ketahanan pangan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....