Wamentrans: Reformasi Kebijakan Pupuk Dukung Percepatan Swasembada Pangan
- 30 Apr 2026 20:43 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Wakil Menteri (Wamen) Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan reformasi besar dalam kebijakan pupuk guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rembuk Tani di Provinsi Jambi yang diselenggarakan oleh Pupuk Indonesia Holding Company, Kamis 30 April 2026, yang mempertemukan pemerintah pusat, daerah, serta para petani untuk berdialog langsung terkait kebutuhan dan persoalan di lapangan.
Menurut Wamen Viva Yoga, kebijakan pupuk kini dibuat jauh lebih sederhana dibanding sebelumnya. Jika sebelumnya terdapat banyak tahapan birokrasi, kini proses distribusi dipangkas melalui mekanisme berbasis kebutuhan riil petani. Ia menjelaskan bahwa pemerintah tetap membagi pupuk menjadi dua jenis, yaitu pupuk subsidi dan non-subsidi. Untuk pupuk subsidi seperti urea dan NPK, telah disalurkan kepada petani guna menjaga produktivitas dan menekan biaya produksi. Kebijakan ini, lanjutnya, sejalan dengan arahan Prabowo Subianto yang menargetkan tercapainya swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari program strategis nasional.

"Jadi sekarang ini sudah ada perubahan tentang kebijakan pupuk. Kalau dulu ada 100 kebijakan, sekarang oleh Pak Menko Pangan dirubah menjadi lebih sederhana. Instruksi dari Kementerian Pertanian itu pun juga setelah mendapatkan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) berdasarkan CPCL (Calon Petani Calon Lahan) dari kelompok-kelompok tani seluruh Indonesia masuk di Kementerian Pertanian. Kemudian Kementerian Pertanian menginstruksikan kepada Pupuk Indonesia untuk langsung didistribusikan kepada kios-kios di seluruh Indonesia " kata Wamen Viva Yoga Mauladi.

Terkait ketersediaan pupuk di Provinsi Jambi, Viva Yoga memastikan bahwa secara umum pasokan dalam kondisi aman dan sesuai kebutuhan. Jika terjadi keterlambatan distribusi, hal tersebut lebih disebabkan faktor waktu, bukan karena kekurangan stok. "Untuk kebutuhan pupuk di Provinsi Jambi, itu alhamdulillah semuanya sudah on the track, tinggal nanti apabila ada penyaluran yang belum terdistribusi itu hanya soal waktu, bukan tidak ada pupuk. Pupuk ada sesuai dengan kebutuhan dari petani, " ujarnya.

Sementara Sekda Provinsi Jambi Sudirman dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen Pemprov Jambi dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan daerah dan nasional. "Pupuk Bersubsidi memegang peranan penting dalam menjaga produktivitas lahan, menekan biaya produksi pertanian, serta memastikan keberlanjutan usaha tani, " ujar Sekda.

Sementara itu, kegiatan Rembuk Tani yang mengangkat tema Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan tersebut turut dihadiri Direktur Operasi Pupuk Indonesia Holding Company Dwi Satriyo Annurogo. Dirinya menyebutkan, penyerapan pupuk subsidi secara nasional mengalami peningkatan signifikan seiring dengan penyederhanaan kebijakan distribusi oleh pemerintah.
"Jadi itu saat ini terjadi lonjakan serapan pupuk subsidi dengan adanya kemudahan atau penyederhanaan peraturan yang langsung petani itu mudah untuk mendapatkan pupuk subsidi. Sampai tanggal kemarin, tanggal 29 April kami terus memonitor, kami sudah mendistribusikan 3.156.000 pupuk subsidi. Itu naik 38 persen dibanding waktu yang sama tahun yang lalu, " Direktur Company Pupuk Indonesia Holding Company Dwi Satriyo Annurogo.

Dalam kegiatan Rembuk Tani yang dihadiri ratusan petani tersebut diserahkan secara simbolis bantuan pupuk Nitrea dan Phonska masing-masing 1 ton kepada perwakilan petani .
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....