Waspada Banjir Kiriman Hulu, Debit Air Sungai Batanghari Naik

  • 29 Apr 2026 22:38 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi : Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi kini dihadapkan pada ancaman ganda. Belum usai penanganan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), potensi bencana hidrometeorologi kini mengintai wilayah tersebut. Ancaman ini datang dari meningkatnya curah hujan lokal serta derasnya kiriman air dari daerah hulu.

Hasil pemantauan terbaru hari ini, Rabu (29 April 2026), menunjukkan Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Batanghari di kawasan Muaro Jambi sudah menembus angka 13,4 meter. Angka ini kian mendekati ambang batas Siaga Tiga yang berada di level 13,87 meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi mencatat, terjadi lonjakan tinggi air sekitar 7 sentimeter hanya dalam waktu 24 jam terakhir. Kondisi ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan di wilayah Muaro Jambi sendiri, diperparah dengan luapan air dari daerah hulu seperti Kabupaten Sarolangun, Batanghari, dan Tebo yang terus mengalir deras ke arah hilir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, memperingatkan bahwa potensi kenaikan debit air masih sangat terbuka. Hal ini mengingat sejumlah wilayah di hulu, khususnya Sarolangun, sudah lebih dulu terendam banjir.

"Kami terus memantau pergerakan air. Jika tren kiriman dari hulu dan curah hujan lokal tetap tinggi, tidak menutup kemungkinan status siaga akan segera kita naikkan," ujar Anari.

Menghadapi situasi yang kian rawan, BPBD langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, utamanya yang menetap di sepanjang bantaran Sungai Batanghari, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta secara mandiri rutin memantau kondisi air, terutama saat malam hari, serta mengurangi aktivitas di sekitar sungai mengingat arus yang semakin deras dan membahayakan.

Tak hanya itu, warga juga diimbau mulai bersiap melakukan evakuasi mandiri dengan mengamankan barang-barang berharga jika air mulai mendekati lantai rumah. Prediksi BPBD, jika tren kenaikan debit air ini tidak segera surut, banjir akan segera merendam wilayah permukiman yang berada di dataran rendah.

"Kami terus berkoordinasi lintas sektor untuk menyiapkan langkah kontingensi jika status bencana resmi ditingkatkan," ungkapnya.

Di tingkat provinsi, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, memastikan jajarannya terus bersiaga menghadapi potensi kenaikan air, khususnya di wilayah perkotaan dan daerah hilir yang paling rawan terdampak banjir kiriman.

Bachyuni juga telah menginstruksikan BPBD Kota Jambi untuk tidak lengah dan terus memantau tinggi muka air sungai sebagai langkah antisipasi dini.

“Kalau di atas 17,70 itu warning, artinya kita harus siap-siap,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....