Debit Sungai Batang Hari Meninggi, Kabupaten Muaro Jambi Siaga Banjir

  • 29 Apr 2026 22:11 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi : Belum sepenuhnya lepas dari status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi kini harus memutar otak menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Tingginya intensitas hujan belakangan ini, ditambah limpahan air dari kawasan hulu, membuat debit Sungai Batanghari melonjak drastis dan mulai mengintai permukiman warga.

Berdasarkan pantauan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada hari ini, Rabu (29 April 2026), Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Batanghari sudah menyentuh angka 13,4 meter. Angka tersebut kian merangkak mendekati batas Siaga III di level 13,87 meter, menyusul adanya kenaikan air setinggi 7 sentimeter hanya dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Kondisi tersebut tak lepas dari tingginya curah hujan lokal di wilayah Muaro Jambi. Selain itu, debit air terus bertambah akibat banjir kiriman dari wilayah hulu seperti Kabupaten Sarolangun, Batanghari, dan Tebo. Terlebih, kawasan Sarolangun saat ini dilaporkan sudah terdampak banjir yang cukup parah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, menyebut bahwa potensi kenaikan debit air ke permukiman masih sangat terbuka lebar.

"Kami terus memantau pergerakan air. Jika tren kiriman dari hulu dan curah hujan lokal tetap tinggi, tidak menutup kemungkinan status siaga akan segera kita naikkan," ujar Anari.

Menyikapi situasi yang kian rawan, pihak BPBD langsung mengeluarkan imbauan keras, terutama bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang bantaran sungai. Warga diminta untuk ekstra waspada memantau pergerakan air secara mandiri, khususnya saat malam hari.

Masyarakat juga diimbau untuk segera mengurangi aktivitas di sekitar sungai mengingat arus yang semakin deras. Tak hanya itu, warga disarankan mulai bersiap melakukan evakuasi mandiri dengan mengamankan barang-barang berharga jika air mulai menyentuh lantai rumah.

Anari memprediksi, jika tren debit air tidak segera melandai, sejumlah kawasan permukiman di dataran rendah akan segera terendam dalam waktu dekat.

"Kami terus berkoordinasi lintas sektor untuk menyiapkan langkah kontingensi jika status bencana resmi ditingkatkan," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....