Kuota Penerima BPJS PBI Batang Hari Turun Drastis

  • 27 Apr 2026 00:56 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kuota penerima bantuan iuran jaminan kesehatan lewat program BPJS PBI-JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) di wilayah Kabupaten Batang Hari dilaporkan mengalami penyusutan yang cukup tajam.

Berdasarkan catatan terbaru dari Dinas Sosial Kabupaten Batang Hari, jumlah warga yang masuk dalam daftar penerima bantuan saat ini hanya tersisa 103.387 jiwa. Angka ini merosot signifikan jika disandingkan dengan kuota pada tahun 2023 lalu yang sempat menyentuh hampir 140.000 jiwa.

Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Batang Hari, Solihin, mengonfirmasi kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengurangan kuota ini merupakan imbas dari kebijakan penyesuaian dan sinkronisasi data yang dilakukan berkala oleh pemerintah pusat.

"Memang terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya sekira 140 ribu jiwa, sekarang sekira 103 ribu jiwa," kata Solihin saat dikonfirmasi hari ini, Minggu (26 April 2026).

Lebih lanjut, Solihin menguraikan bahwa pembiayaan program jaminan kesehatan PBI-JK sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Otomatis, kewenangan terkait penentuan jumlah penerima yang dialokasikan ke setiap daerah mutlak berada di tangan pusat.

"Program ini dibiayai langsung oleh APBN. Jadi kuota yang diberikan ke daerah sudah melalui proses validasi dari pemerintah pusat," jelasnya menegaskan.

Meski terjadi penciutan kuota, Solihin memastikan bahwa data ratusan ribu warga tersebut tidak bersifat permanen atau harga mati. Pihaknya bersama pusat terus melakukan pembaruan dan perbaikan data setiap bulannya demi memastikan subsidi kesehatan ini benar-benar jatuh ke tangan warga yang berhak dan tepat sasaran.

Sebagai informasi, penerima manfaat jaminan kesehatan gratis ini disaring dari basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Nasional. Prioritas utamanya adalah masyarakat rentan yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 5.

"Setiap bulan dilakukan verifikasi dan validasi. Jadi jumlahnya bisa berubah, tergantung kondisi dan hasil pendataan terbaru," ujarnya memungkasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....