BPBD Provinsi Jambi Siapkan Langkah Hadapi Potensi Kemarau 2026
- 23 Apr 2026 09:09 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau panjang tahun 2026 yang dipicu fenomena El Nino.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani, mengatakan berbagai langkah antisipasi telah dilakukan sejak awal April, termasuk koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
“Berdasarkan hasil koordinasi, saat ini sudah ada dua kabupaten yang menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan, yakni Batanghari dan Muaro Jambi,” ujarnya, kamis 23 April 2026.
“Insya Allah dalam waktu dekat, melalui keputusan gubernur, Provinsi Jambi akan menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan tahun 2026,” katanya.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.
BPBD juga telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh BPBD kabupaten/kota, serta melibatkan instansi terkait seperti TNI, Polri, BMKG, dan dinas teknis lainnya untuk menyamakan langkah dalam penanganan karhutla.
Selain itu, surat edaran gubernur juga telah disampaikan kepada seluruh kepala daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk penyiapan personel, sarana prasarana, dan pendanaan.
Andre menegaskan, strategi utama yang dilakukan saat ini adalah langkah pencegahan agar kebakaran tidak terjadi.
“Kami mengoptimalkan upaya pencegahan, karena biaya pemadaman jauh lebih besar, apalagi jika terjadi di lahan gambut yang bisa terbakar dalam waktu lama,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun saat ini masih terjadi hujan, masyarakat tetap perlu waspada karena musim kemarau diprediksi mulai masuk pada awal hingga pertengahan Mei.
BPBD mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan, guna meminimalisir dampak yang dapat ditimbulkan selama musim kemarau panjang berlangsung.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani, mengatakan berbagai langkah antisipasi telah dilakukan sejak awal April, termasuk koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
“Berdasarkan hasil koordinasi, saat ini sudah ada dua kabupaten yang menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan, yakni Batanghari dan Muaro Jambi,” ujarnya, kamis 23 April 2026.
Ia menjelaskan, dengan ditetapkannya status siaga di dua daerah tersebut, pemerintah provinsi segera menindaklanjuti dengan penetapan status siaga di tingkat provinsi.
“Insya Allah dalam waktu dekat, melalui keputusan gubernur, Provinsi Jambi akan menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan tahun 2026,” katanya.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.
BPBD juga telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh BPBD kabupaten/kota, serta melibatkan instansi terkait seperti TNI, Polri, BMKG, dan dinas teknis lainnya untuk menyamakan langkah dalam penanganan karhutla.
Selain itu, surat edaran gubernur juga telah disampaikan kepada seluruh kepala daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk penyiapan personel, sarana prasarana, dan pendanaan.
Andre menegaskan, strategi utama yang dilakukan saat ini adalah langkah pencegahan agar kebakaran tidak terjadi.
“Kami mengoptimalkan upaya pencegahan, karena biaya pemadaman jauh lebih besar, apalagi jika terjadi di lahan gambut yang bisa terbakar dalam waktu lama,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun saat ini masih terjadi hujan, masyarakat tetap perlu waspada karena musim kemarau diprediksi mulai masuk pada awal hingga pertengahan Mei.
BPBD mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan, guna meminimalisir dampak yang dapat ditimbulkan selama musim kemarau panjang berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....