Penting Perempuan menguasai Literasi Mengantisipasi Dampak Negatif Digital
- 21 Apr 2026 11:45 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID Jambi - Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kota Jambi, Dessy Rosanti Boesra, menilai perkembangan perempuan di era digital saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dibandingkan masa sebelumnya. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog interaktif di RRI jambi, Selasa , 21 April 2026.
Menurut Dessy, transformasi perempuan saat ini tidak lepas dari pesatnya perkembangan teknologi digital yang membuka ruang tanpa batas untuk berekspresi, berinovasi, dan berkarya.
“Perkembangannya luar biasa. Sekarang perempuan bisa bebas mengekspresikan kreativitasnya di dunia digital, bahkan sudah banyak yang berkiprah di bidang teknologi hingga sektor yang dulu didominasi laki-laki,” ujarnya.
Ia menjelaskan, akses pendidikan bagi perempuan kini juga semakin terbuka luas. Jika dahulu perempuan kerap dibatasi dalam pendidikan, saat ini perempuan telah mampu mencapai jenjang tinggi bahkan hingga profesor.
Selain itu, kemandirian ekonomi perempuan juga meningkat. Banyak perempuan yang kini mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri melalui platform digital dan media sosial.
“Perempuan sekarang sudah bisa mandiri, bahkan mencari penghasilan melalui media sosial seperti TikTok dan platform digital lainnya. Ruangnya sudah terbuka luas,” katanya.
Meski demikian, Dessy mengingatkan bahwa perkembangan digital juga membawa dampak negatif yang perlu diantisipasi, terutama terkait keamanan perempuan di ruang digital. Ia menekankan pentingnya literasi digital sebagai bekal utama.
“Perempuan harus membekali diri dengan literasi digital agar aman. Ketika merasa tidak nyaman di ruang digital, harus tahu bahwa ada perlindungan hukum dan berani melapor dengan bukti yang kuat,” tegasnya.
Ia menambahkan, berbagai regulasi telah tersedia untuk melindungi perempuan, namun implementasinya masih perlu diperkuat dan disosialisasikan secara luas kepada masyarakat.
Dalam perannya di PUSPA, Dessy mengungkapkan pihaknya terus menjalankan berbagai program pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta anak. Program tersebut mencakup edukasi di sekolah, komunitas, hingga pendampingan terkait isu kekerasan, perundungan, dan penguatan kapasitas diri.
“Kami fokus pada edukasi berkelanjutan, baik kepada perempuan maupun anak-anak, agar mereka mampu melindungi diri dan menciptakan lingkungan yang aman, termasuk di sekolah dari bullying,” jelasnya.
Dessy juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan diri perempuan agar berani bersuara, terutama dalam menghadapi kekerasan atau ketidakadilan.
“Masih banyak perempuan yang ragu untuk bersuara. Padahal suara mereka harus didengar. Kepercayaan diri itu harus dibangun, tentu dengan pengetahuan dan informasi yang benar,” katanya.
Ia turut menekankan pentingnya pemahaman terhadap regulasi seperti undang-undang terkait kekerasan dalam rumah tangga dan tindak pidana kekerasan seksual, agar perempuan tidak ragu dalam mencari perlindungan hukum.
Sebagai penutup, Dessy mengajak seluruh perempuan untuk terus menumbuhkan semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kepada generasi muda.
“Semangat Kartini harus terus ditularkan. Perempuan harus bersatu, berani bersuara, dan melawan diskriminasi agar kesetaraan benar-benar terwujud,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....