Campak di Jambi Tembus Ratusan, Akademisi Ingatkan Pentingnya Imunisasi

  • 21 Apr 2026 10:24 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Lonjakan kasus Campak di Provinsi Jambi kini menjadi perhatian serius. Hingga pertengahan April 2026, jumlah kasus di Kota Jambi dilaporkan telah melampaui 300 kasus, dengan mayoritas penderita berasal dari kelompok usia rentan, yakni anak-anak 0 hingga 6 tahun. Kondisi ini menegaskan bahwa campak masih menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat.

Peningkatan serupa juga terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kerinci. Sebaran kasus yang meluas menunjukkan bahwa penularan penyakit ini masih sulit dikendalikan, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi yang belum optimal.

Menanggapi kondisi ini, akademisi sekaligus praktisi pendidikan kesehatan dari Poltekkes Kemenkes Jambi jurusan Promosi Kesehatan, Ary Irfan, S.Pd., M.Kes, menegaskan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi menjadi faktor utama meningkatnya kasus. Menurutnya, masih banyak orang tua yang belum memahami bahwa imunisasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dasar untuk melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.

“Campak adalah penyakit yang sangat mudah menular melalui udara, terutama melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau bahkan saat berbicara. Tanpa perlindungan imunisasi, anak-anak memiliki risiko tinggi untuk tertular, bahkan dapat mengalami komplikasi serius,” jelas Ary Irfan.

Ia juga menambahkan bahwa edukasi kesehatan harus terus diperkuat, tidak hanya di fasilitas kesehatan, tetapi juga melalui institusi pendidikan dan media massa. Sebagai praktisi pendidikan kesehatan, ia menekankan bahwa peran tenaga promosi kesehatan sangat penting dalam memberikan penyuluhan yang mudah dipahami masyarakat, termasuk melalui kegiatan sosialisasi langsung, kampanye kesehatan, serta pemanfaatan media digital.

Peran keluarga juga dinilai sangat krusial dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal. Selain itu, kolaborasi antara tenaga kesehatan, mahasiswa, dan institusi pendidikan seperti Poltekkes Kemenkes Jambi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat secara luas.

Selain imunisasi, Ary Irfan menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh anak melalui asupan gizi seimbang. Nutrisi yang cukup, terutama vitamin A, berperan dalam memperkuat sistem imun sehingga mampu melawan infeksi dengan lebih baik.

Gejala campak sendiri umumnya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta ruam yang muncul dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Jika tidak ditangani secara tepat, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti infeksi paru-paru hingga radang otak.

Pemerintah daerah melalui dinas kesehatan terus melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari peningkatan pelacakan kasus, penyediaan ruang isolasi, hingga penguatan program imunisasi di berbagai fasilitas layanan kesehatan.

Dalam situasi ini, Ary Irfan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan insan media, untuk turut berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang benar.

“Media memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran publik. Informasi yang tepat dan mudah dipahami akan membantu masyarakat lebih waspada dan tidak mengabaikan gejala awal,” ujarnya.

Artikel ini turut disusun dengan kontribusi mahasiswa, yaitu Latifa Fahira dan Maimuna Septriani, yang berperan dalam penguatan informasi dan penyusunan materi edukasi kesehatan.

Penulis : Latifah Poltikes

Lonjakan kasus campak di Jambi menjadi peringatan penting bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, praktisi pendidikan kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran penyakit ini dan melindungi generasi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....