Rakor SPIP UIN Jambi Perkuat Pengendalian Internal
- 15 Apr 2026 22:17 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi – Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar Rapat Koordinasi Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi pada Rabu 15 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di lantai 6 Gedung Rektorat dan dihadiri sejumlah pimpinan serta unsur terkait di lingkungan kampus.
Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian (AUPKK) UIN STS Jambi, Dr. H. Muhammad Abdu, S.Pd., M.M., yang juga bertindak sebagai Ketua Tim SPIP. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya analisis menyeluruh terhadap setiap aktivitas kerja guna meminimalkan potensi kesalahan.
“Menganalisis setiap pekerjaan kita agar terhindar dari kesalahan. Semua kegiatan memiliki dampak risiko yang perlu dipetakan,” ujarnya.
| Baca juga: Pembukaan Jambore Daerah Jambi 2026 |
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Biro AAKK, Ketua Tim Organisasi dan Kepegawaian, Ketua Lembaga, Ketua Tim Perencanaan dan Keuangan, kepala bagian, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), Ketua dan Sekretaris Satuan Pengawasan Internal (SPI), serta para koordinator pusat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antarunit.
Dalam kesempatan tersebut, Asesor Sumber Daya Manusia Ahli Muda, Fakhrul Razy, S.Psi., dari Tim Organisasi dan Kepegawaian, memaparkan rencana aksi yang akan dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi Maturitas SPIP Terintegrasi pada Kementerian Agama tahun 2025.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan capaian Maturitas SPIP, Manajemen Risiko Indeks (MRI), serta Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) di lingkungan Kementerian Agama.
Sementara itu, Kepala SPI, Dr. Novi Mubyyarto, S.E., M.E., menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara mandiri oleh masing-masing unit kerja.
“Penilaian ini dilakukan secara mandiri oleh unit masing-masing unit kerja. Sebab, mereka yang paling mengetahui bagian mana saja yang memiliki risiko, kemudian dilakukan analisis serta pemetaan identifikasi risikonya,” jelasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh unit kerja mampu meningkatkan kualitas pengendalian internal serta memperkuat tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....