Manggala Agni Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kemarau Panjang di Jambi
- 08 Apr 2026 20:42 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino, Manggala Agni Provinsi Jambi meningkatkan kesiapsiagaan secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Jambi.
Koordinator Wilayah (Korwil) Manggala Agni Provinsi Jambi , Rinaldi menyebutkan kesiapan telah dilakukan sejak awal tahun, mencakup aspek pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan kebakaran.
“Sejak Februari kami sudah mulai melakukan patroli rutin, baik patroli mandiri maupun patroli terpadu bersama TNI, Polri, serta masyarakat peduli api di desa-desa rawan,” ujarnya Rabu 8 April 2026.

Memasuki April, Manggala Agni Jambi juga telah mendirikan 10 Posko Patroli Terpadu yang tersebar di sejumlah wilayah rawan karhutla. Setiap daerah operasional (Daops) memiliki dua posko yang ditempatkan strategis untuk memperluas jangkauan patroli. Posko Patroli berada di Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, Tanjungjabung Barat, Sarolangun, Tebo dan Bungo.
Selain patroli, upaya deteksi dini terus diperkuat melalui pemantauan titik panas (hotspot) setiap hari. Data tersebut dipadukan dengan sistem peringatan dini dari BMKG serta pengecekan langsung kondisi lapangan untuk mengetahui tingkat kekeringan bahan bakar alami.
“Personel sudah kami siagakan, peralatan juga sudah dicek dan dalam kondisi siap digunakan. Kami optimistis jika terjadi kebakaran dapat segera ditangani,” katanya.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, Manggala Agni Jambi juga turut membantu penanganan kebakaran di wilayah perbatasan Provinsi Riau dengan mengerahkan beberapa regu pemadam.
Di Provinsi Jambi sendiri, sejumlah kejadian kebakaran sempat terjadi di awal tahun, seperti di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Batanghari. Namun, kebakaran tersebut berhasil dipadamkan dalam waktu satu hingga dua hari sehingga tidak meluas.
Potensi karhutla akan meningkat seiring kemarau panjang, sehingga peran semua pihak sangat dibutuhkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan selalu berhati-hati dalam menggunakan api, terutama di kondisi cuaca yang kering dan panas,” kata Rinaldi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....