Kanwil Kemenhaj Jambi Matangkan Skema Murur, Tanazul, dan Aturan DAM

  • 31 Mar 2026 20:43 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Menjelang jadwal keberangkatan jemaah haji pada Mei 2026 mendatang, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Jambi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis secara virtual, Senin 30 Maret 2026. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan sinergi antara regulator, petugas lapangan, dan pembimbing ibadah.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Yan Apriadi, dan Kepala Bidang Pelayanan Haji, Majdi.

Rakor melalui Zoom Meeting ini menghadirkan elemen-elemen kunci penyelenggaraan haji, termasuk petugas PPIH Arab Saudi asal Jambi, seluruh petugas kloter, serta pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) se-Provinsi Jambi. Tujuannya adalah memastikan setiap petugas memiliki pemahaman yang seragam mengenai skema pelayanan terbaru tahun 1447 H / 2026 Μ.

Dalam rapat tersebut, terdapat tiga poin krusial yang dibahas secara mendalam yaitu pertama tentang Skema Murur terkait Pengaturan pergerakan jemaah dari Arafah melintasi Muzdalifah tanpa turun (langsung menuju Mina) untuk mengantisipasi kepadatan, diprioritaskan bagi jemaah dengan kriteria risiko tinggi dan keterbatasan fisik.

Selanjutnya adalah Skema Tanazul Mina, yaitu terkait penegasan kembali mengenai 5 kriteria jemaah yang diperbolehkan tidak mabit di tenda Mina dan kembali ke hotel di Makkah (Lansia, Risti Kesehatan, Disabilitas, Pendamping, dan faktor kepadatan tenda).

Point ketiga yaitu Kebijakan DAM Resmi, terkait Instruksi tegas agar seluruh petugas mengawal jemaah dalam pembayaran DAM melalui saluran resmi yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi demi keamanan dan keabsahan syariat.

"Petugas kloter dan KBIHU adalah ujung tombak informasi bagi jemaah. Kita harus satu suara dalam mensosialisasikan skema Murur dan Tanazul agar jemaah merasa tenang dan terlindungi. Jangan sampai ada jemaah yang bingung karena perbedaan informasi di lapangan," tegas Kakanwil Wahyudi Abdul Wahab.

Kabid Pelayanan Haji, Majdi, menambahkan bahwa koordinasi virtual ini merupakan bagian dari strategi kerja efisien yang disusun Kanwil guna memitigasi kendala di Tanah Suci. Mengingat waktu keberangkatan tinggal menghitung pekan, kesiapan mental dan pemahaman regulasi para petugas menjadi prioritas utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....