BPTD : Angkutan Lebaran 2026 di Jambi Berjalan Aman dan Lancar
- 30 Mar 2026 21:06 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi — Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Provinsi Jambi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pelaksanaan ini mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 56 Tahun 2026 tentang Penanggung Jawab Pos Koordinasi di lingkungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi ditunjuk sebagai penanggung jawab pos koordinasi di wilayah tersebut. Dalam pelaksanaannya, BPTD berperan sebagai pengendali internal Kementerian Perhubungan dengan mengoordinasikan angkutan lebaran bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, melakukan pemantauan lapangan, serta mengambil langkah strategis guna menjamin kelancaran, keselamatan, dan keamanan transportasi.
Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi lintas sektor, rapat internal Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta langkah antisipatif terhadap potensi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, dan gangguan perjalanan.
“Alhamdulillah, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Provinsi Jambi berjalan dengan aman dan lancar. Hal ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.” kata Kepala BPTD Kelas II Jambi Benny Nurdin Yusuf, Senin 30 Maret 2026.

“Penyelenggaraan Angkutan Lebaran tidak hanya berfokus pada kelancaran, tetapi juga bagaimana negara hadir dalam menjamin keselamatan dan perlindungan jiwa masyarakat, " ujarnya.
Selama masa Angkutan Lebaran 2026 (H-10 hingga H+9), tersedia 63 titik posko dan fasilitas pendukung, terdiri dari 8 posko moda darat, 5 posko moda laut, 3 posko moda udara, serta 45 pos pengamanan dan pelayanan. Selain itu, disiapkan 111 rest area dan masjid ramah pemudik.
Pada moda darat periode 13–29 Maret 2026, tercatat kedatangan 3.469 bus atau turun 17 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan jumlah penumpang datang 5.200 orang atau naik 22 persen. Sementara itu, keberangkatan mencapai 3.756 bus atau turun 15 persen, dengan 14.169 penumpang atau meningkat 28 persen.
Puncak arus mudik terjadi pada H-6 (15 Maret 2026) dengan 1.377 penumpang, sedangkan puncak arus balik pada H+7 (28 Maret 2026) dengan 690 penumpang. Terminal Alam Barajo menjadi titik dengan aktivitas tertinggi, khususnya untuk keberangkatan.

Pada moda laut, kedatangan kapal tercatat 157 unit atau melonjak 391 persen, dengan jumlah penumpang datang 9.549 orang atau naik 98 persen. Keberangkatan kapal sebanyak 162 unit atau meningkat 413 persen, dengan 6.354 penumpang atau naik 2 persen.
Puncak arus mudik moda laut terjadi pada H-3 (18 Maret 2026), sementara arus balik tertinggi pada H+4 (25 Maret 2026).
Sementara itu, moda udara mencatat kedatangan 252 pesawat atau naik 3 persen dengan 36.484 penumpang yang relatif stabil. Untuk keberangkatan, tercatat 254 pesawat atau naik 3 persen dengan jumlah penumpang 35.104 orang atau meningkat 6 persen.
Puncak arus mudik udara terjadi pada H-4 (17 Maret 2026), sedangkan puncak arus balik pada H+6 (27 Maret 2026).
Berdasarkan analisis pergerakan, mobilitas masyarakat masih didominasi kendaraan pribadi, yakni 478.753 sepeda motor dan 510.898 mobil. Kondisi ini berdampak pada menurunnya peran terminal sebagai simpul transportasi.
Selain itu, terjadi pergeseran pola perjalanan masyarakat seiring beroperasinya Jalan Tol Pijoan–Tempino.
Pada rest area UPPKB Jambi Merlung dan Muara Tembesi, tercatat 87 kendaraan singgah dan 408 pemudik, yang menunjukkan peningkatan signifikan dibanding periode sebelumnya.
Dari aspek keselamatan, data Jasa Raharja Wilayah Jambi mencatat 5 korban meninggal dunia dan 121 korban luka-luka selama masa angkutan lebaran 2026. Rinciannya, 13 korban kecelakaan tunggal tidak terjamin, 46 korban mendapat Guarantee Letter (GL), dan 62 korban luka ringan tidak dirawat di rumah sakit.
Tidak terdapat korban meninggal dunia dari penumpang angkutan umum.
Secara keseluruhan, dibandingkan tahun 2025, angka korban meninggal dunia turun drastis hingga 85 persen, korban luka-luka menurun 12 persen, serta nilai santunan juga turun signifikan sebesar 87 persen. Capaian ini menunjukkan peningkatan nyata dalam aspek keselamatan transportasi di Provinsi Jambi.
Meski berjalan lancar, masih terdapat sejumlah catatan dalam pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026, antara lain pelanggaran operasional angkutan barang yang belum sepenuhnya mematuhi pembatasan, praktik naik-turun penumpang di titik tidak resmi, masih adanya travel gelap, serta angkutan penyeberangan rakyat yang belum memiliki izin dan perlindungan asuransi.
Ke depan, BPTD Kelas II Jambi akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, KSOP, dan Jasa Raharja dalam penataan perizinan, pengawasan keselamatan, serta perlindungan penumpang.
BPTD Kelas II Jambi juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung sistem transportasi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....