Danau Kerinci Terancam Pendangkalan akibat Sedimentasi dan Kerusakan DAS

  • 28 Mar 2026 14:44 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Ancaman terhadap Danau Kerinci kian nyata seiring meningkatnya sedimentasi yang dipicu kerusakan daerah aliran sungai (DAS) di wilayah hulu. Direktur KKI Warsi, Adi Junedi mengungkapkan bahwa pendangkalan danau tidak hanya disebabkan oleh faktor alami, tetapi juga akibat berkurangnya tutupan hutan dan perubahan pola pemanfaatan lahan.

“Ada material dari hulu yang terbawa aliran sungai dan bermuara ke danau. Ini menyebabkan sedimentasi dan pendangkalan yang terus berlangsung,” ujarnya, Sabtu 29 Maret 2026.

Menurutnya, kondisi ini diperparah oleh menyusutnya tutupan hutan di kawasan DAS, yang sebelumnya berfungsi menahan laju erosi. Ketika hutan berkurang, tanah menjadi lebih mudah tergerus dan terbawa ke badan air. Selain itu, Adi juga menyoroti perubahan pola budidaya masyarakat dari sistem agroforestri ke tanaman intensif. Pola baru ini cenderung membuka lahan lebih luas tanpa perlindungan vegetasi yang memadai, sehingga meningkatkan risiko erosi.

“Dulu masyarakat menerapkan pola agroforestri seperti kayu manis, kopi, dan tanaman kayu lainnya. Sekarang bergeser ke tanaman intensif yang membuka lahan lebih luas, ini mempercepat kerusakan,” jelasnya.

Dampak dari pendangkalan ini tidak hanya dirasakan pada ekosistem danau, tetapi juga memengaruhi sistem hidrologi secara keseluruhan. Menurut Adi, berkurangnya kapasitas Danau Kerinci akan berdampak pada debit air yang mengalir ke sungai-sungai di hilir.

“Kalau kapasitas danau menyusut, maka kemampuan menyimpan air juga menurun. Ini akan berdampak pada debit sungai, terutama saat musim kemarau,” katanya. Ia menambahkan, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada sektor energi, khususnya pembangkit listrik yang bergantung pada aliran air dari kawasan tersebut.

Karena itu, Adi menekankan pentingnya upaya pemulihan DAS secara menyeluruh, baik melalui rehabilitasi hutan maupun perbaikan pola pemanfaatan lahan oleh masyarakat.

“Kalau tidak ada upaya pemulihan dari hulu, maka dampaknya akan terus meluas ke hilir. Danau akan semakin dangkal, debit air menurun, dan risiko krisis air akan meningkat,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa penyelamatan Danau Kerinci tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak untuk menjaga keseimbangan ekosistem DAS secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....