KKI Warsi Khawatir Aktivitas Tambang Ilegal di Jambi Meluas

  • 28 Mar 2026 14:37 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- Tingginya harga emas dikhawatirkan memicu meningkatnya aktivitas penambangan emas tanpa izin (Peti) di Jambi. Hal itu disampaikan Direktur Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Adi Junedi . Dirinya mengatakan, aktivitas tambang emas ilegal di Jambi terus menjadi persoalan yang berulang setiap tahun.

Menurutnya, kenaikan harga emas membuat aktivitas Peti semakin menarik bagi sebagian masyarakat, meskipun dampaknya terhadap lingkungan sangat serius, terutama pada sungai dan kawasan hutan.

“Nah, Peti ini kan sebenarnya sudah jadi persoalan bertahun-tahun. Setiap tahun kita membahas ini terus, tapi juga tidak ada perubahan yang signifikan, bahkan semakin meluas. Apalagi sekarang dengan kondisi harga emas yang semakin tinggi. ini jadi prima dona baru. Peti ini akan menjadi fenomena yang semakin besar dengan harga emas yang semakin tinggi hari ini. Dan menurut saya memang agak sulit diatasi, kalau memang tidak ada penegakan hukum yang jelas,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026.

Dirinya menilai penanganan aktivitas tambang ilegal akan sulit dilakukan jika tidak disertai penegakan hukum yang tegas. Selama ini, berbagai solusi seperti penetapan wilayah pertambangan rakyat (WPR) dinilai belum efektif karena pola aktivitas tambang emas di Jambi cenderung berpindah-pindah mengikuti aliran sungai.

Adi Junedi juga menyinggung maraknya aktivitas PETI yang bahkan masuk ke kawasan hutan lindung dan taman nasional. Namun, ia mempertanyakan tindak lanjut penegakan hukum terhadap kasus-kasus yang telah banyak diberitakan. Tanpa penanganan serius, aktivitas PETI tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memperburuk kondisi daerah aliran sungai (DAS), meningkatkan sedimentasi, dan mempercepat degradasi hutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....