BPJN Jambi Tutup 73 Persen Lubang Jalan Nasional jelang Mudik Lebaran

  • 06 Mar 2026 10:40 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi terus melakukan perbaikan jalan nasional menjelang arus mudik Lebaran 2026. Hingga awal Maret, proses penutupan lubang jalan di ruas nasional Provinsi Jambi sepanjang 1.318,9 kilometer telah mencapai sekitar 73 persen.

Kepala BPJN Jambi, Dedy Hariadi, mengatakan dari total sekitar 5.200 lubang yang terdata di ruas jalan nasional, sekitar 3.600 lubang telah berhasil ditutup. Sementara itu, sekitar 1.400 lubang lainnya masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan selesai sebelum 10 Maret 2026.

Hal tersebut disampaikan Dedy Hariadi saat konferensi pers terkait kesiapan jalur mudik Lebaran, Kamis (5 Maret 2026).

Ia menjelaskan, munculnya lubang tambahan di sejumlah ruas jalan nasional disebabkan tingginya aktivitas kendaraan berat, khususnya truk pengangkut batu bara yang melebihi kapasitas muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL).

Menurutnya, kendaraan dengan tonase tinggi tersebut mempercepat kerusakan jalan sehingga lubang dapat muncul kembali dalam waktu singkat.

Dedy menambahkan, persoalan truk ODOL merupakan isu nasional yang saat ini masih menunggu kebijakan melalui instruksi presiden. Meski demikian, BPJN Jambi bersama dinas perhubungan, kepolisian, dan Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan koordinasi terkait penanganannya.

Ia berharap aktivitas truk ODOL dapat dibatasi selama periode arus mudik, yakni mulai 10 hingga 29 Maret 2026, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri.

Selain perbaikan jalan, BPJN Jambi juga mengantisipasi potensi bencana alam di sejumlah ruas jalan nasional yang rawan longsor. Untuk itu, pihaknya menyiagakan sekitar 29 unit alat berat di beberapa titik strategis.

BPJN Jambi juga menyiapkan berbagai material penanganan darurat seperti CPMA, bronjong, geotekstil, hingga jembatan darurat jenis Bailey untuk mengantisipasi jika terjadi longsor atau kerusakan jalan.

Menurut Dedy, wilayah dengan titik rawan longsor terbanyak berada di kawasan Kerinci dengan total 79 titik. Sementara itu, terdapat 34 titik rawan longsor di ruas jalan Bangko–Kerinci.

Selain itu, potensi longsor juga ditemukan di beberapa wilayah lain seperti Sarolangun dan Merlung.

Di sisi lain, BPJN Jambi juga mencatat dua titik rawan banjir rob di kawasan jalan Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Titik rawan banjir juga terdapat di kawasan Merlung yang berbatasan dengan Provinsi Riau.

Sementara untuk titik rawan kemacetan, BPJN Jambi mencatat terdapat sekitar 11 titik di kawasan Sengeti. Selain itu, potensi kemacetan juga terdapat di wilayah Jambi Barat dan Jambi Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....