BPOM Jambi Intensif Awasi Takjil Ramadhan

  • 26 Feb 2026 22:19 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jambi mengintensifkan pengawasan pangan selama bulan suci Ramadhan 2026 M/1447 H. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan berbuka puasa atau takjil yang beredar di masyarakat aman dan bebas dari bahan berbahaya.

Setiap pekan, petugas BPOM melakukan pengambilan dan pengujian sampel takjil di sejumlah titik penjualan. Pengujian dilakukan secara cepat atau on the spot di lapangan pada sore hari, saat aktivitas penjualan meningkat.

Kepala BPOM Jambi, Musthofa Anwari, mengatakan pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi untuk memberikan hasil yang cepat dan akurat.

“Kami melakukan pengujian cepat di lapangan dengan mengambil sampel takjil dari berbagai titik penjualan,” ujarnya saat ditemui, Rabu, 25 Februari 2026.

Menurutnya, intensifikasi pengawasan ini merupakan bentuk perlindungan konsumen sekaligus upaya pencegahan terhadap peredaran bahan berbahaya pada makanan. Pengawasan tidak hanya dilakukan selama Ramadhan, tetapi juga sebelum dan setelah bulan puasa guna memastikan produk pangan yang beredar tetap memenuhi standar keamanan dan mutu.

Pengujian difokuskan pada kandungan zat berbahaya seperti rhodamin B, metanil yellow, boraks, dan formalin. Selain itu, BPOM juga memeriksa izin edar serta masa kedaluwarsa produk pangan olahan di tingkat ritel, distributor, hingga produsen.

Musthofa menjelaskan, pengawasan diperkuat karena konsumsi masyarakat cenderung meningkat signifikan selama Ramadhan hingga menjelang Idulfitri.

“Kami memperkuat pengawasan dengan melibatkan lintas sektor agar produk yang beredar di pasaran tetap aman,” jelasnya.

Pengawasan tersebut dilaksanakan sesuai tugas dan fungsi BPOM melalui mekanisme pre-market sebelum produk memperoleh izin edar dan post-market setelah produk beredar di masyarakat.

BPOM memastikan takjil yang dijual aman dikonsumsi sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau agar lebih selektif dalam memilih makanan berbuka, termasuk memperhatikan kebersihan dan higienitas lokasi penjualan.

“Makanan yang terpapar terlalu lama di lokasi lembap berisiko tercemar mikroba,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....