Dua Kecamatan di Sungaipenuh Jadi Lokus Penanganan Stunting
- 30 Jan 2026 16:38 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Dua kecamatan di Kota Sungai Penuh yakni Kecamatan Kota Baru dan Kecamatan Sungai Bungkal, pada tahun 2026 ini menjadi lokus prioritas penanganan stunting.. Kedua wilayah tersebut memiliki jumlah keluarga berisiko stunting yang cukup tinggi, sehingga memerlukan intervensi baik secara spesifik maupun sensitif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh Gunardi mengatakan, angka prevalensi stunting di Kota Sungai Penuh mengalami kenaikan, berdasarkan Berdasarkan rilis Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2024 angka prevalensi stunting Sungai Penuh 6,4 persen, naik dari tahun sebelumnya yang berada pada 4,1 persen.
“Meski terjadi kenaikan, pemerintah daerah terus mengoptimalkan berbagai upaya agar prevalensi stunting dapat kembali ditekan. Bahkan sejak beberapa tahun terakhir Pemerintah Kota Sungai Penuh telah meluncurkan sejumlah inovasi, salah satunya program 3S, sebagai langkah percepatan penanganan dan pencegahan stunting di Daerah,” ujar Gunardi, Jum’at 30 Januari 2026.
Gunardi menjelaskan, stunting disebabkan oleh berbagai faktor atau bersifat multidimensi. Mulai dari pola asuh yang belum optimal, rendahnya pemenuhan gizi anak, tidak terpenuhinya pemberian ASI eksklusif, hingga kurang tepatnya pemberian makanan pendamping ASI.
Selain itu, faktor ekonomi, keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, serta sanitasi dan akses air bersih juga turut memengaruhi tingginya risiko stunting. Meski demikian, Gunardi memastikan bahwa akses pelayanan kesehatan di Kota Sungai Penuh telah berjalan optimal, dengan cakupan pelayanan ibu hamil, persalinan, posyandu, dan imunisasi yang hampir mencapai seratus persen. (sw)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....