Bus Listrik dan Trans Bahagia Masih Gratis

  • 29 Jan 2026 22:58 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Pemerintah Kota Jambi hingga kini masih menggratiskan layanan angkot listrik dan Bus Listrik Trans Bahagia yang beroperasi di sejumlah koridor utama kota. Kebijakan ini diterapkan karena seluruh biaya operasional transportasi massal berbasis listrik tersebut masih disubsidi penuh oleh pemerintah daerah.

Bus Listrik Trans Bahagia merupakan layanan transportasi publik massal milik Pemerintah Kota Jambi yang dihadirkan untuk menyediakan sarana mobilisasi warga yang aman, nyaman, dan terjangkau. Kehadiran transportasi ramah lingkungan ini juga menjadi bagian dari upaya penataan sistem transportasi perkotaan, sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi guna mengurangi kemacetan dan polusi udara.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Amran, mengatakan skema subsidi angkot listrik dan Bus Listrik Trans Bahagia masih sama seperti tahun sebelumnya.

“Sama seperti tahun lalu, masih kita subsidi. Ke depan pasti akan ada tarif, namun saat ini mekanismenya masih dibahas,” kata Amran, Kamis 22 Januari 2026.

Di tengah geliat pengembangan transportasi listrik, keberadaan angkot konvensional di Kota Jambi justru kian meredup. Jumlah armada yang masih beroperasi terus berkurang dan hanya terlihat di beberapa jalur lama.

Seorang sopir angkot merah rute Pal Merah Lama mengungkapkan, kondisi saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Penumpang semakin sepi, bahkan harus menunggu lama di terminal tanpa kepastian mendapatkan penumpang.

“Sekarang satu jam ngetem di terminal belum tentu dapat penumpang. Kalau dulu cepat sekali,” ujarnya.

Ia menilai, menurunnya minat masyarakat menggunakan angkot konvensional dipengaruhi meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi serta kehadiran ojek online yang dinilai lebih praktis.

Pantauan di Terminal Rawasari menunjukkan hanya beberapa unit angkot konvensional yang masih beroperasi, didominasi angkot merah rute Pal Merah Lama. Sementara angkot kuning tujuan Simpang Kawat dan Pudak, angkot hijau tujuan Jelutung, serta angkot biru tujuan Telanaipura sudah jarang terlihat.

Amran membenarkan kondisi tersebut dan menyebut angkot konvensional saat ini berada dalam fase “mati suri”. Menurutnya, perubahan pola mobilitas masyarakat terjadi sangat cepat seiring berkembangnya transportasi pribadi dan layanan berbasis aplikasi.

“Perkembangannya sangat cepat. Sekarang masyarakat lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi dan ojek online,” katanya.

Sebagai upaya menjawab kebutuhan transportasi publik yang lebih modern dan ramah lingkungan, Pemkot Jambi menghadirkan angkot listrik dan Bus Listrik Trans Bahagia. Amran menegaskan, rute transportasi massal listrik tersebut tidak tumpang tindih dengan rute angkot konvensional.

“Rutenya Rawasari–Simpang Rimbo dan Rawasari–Pal 10,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....