Biaya Hidup Naik, Kemiskinan Muaro Jambi Meningkat

  • 29 Jan 2026 22:18 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Tekanan kenaikan biaya hidup menjadi faktor utama meningkatnya angka kemiskinan di Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2025.

Kabupaten Muaro Jambi merupakan wilayah penyangga utama ibu kota Provinsi Jambi karena secara geografis mengelilingi hampir seluruh wilayah Kota Jambi. Daerah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanjung Jabung Timur di sebelah timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Batang Hari di barat, serta Provinsi Sumatera Selatan di bagian selatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Muaro Jambi, jumlah penduduk miskin pada 2025 tercatat mencapai 21,05 ribu jiwa atau 4,32 persen dari total penduduk. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di 17,48 ribu jiwa atau 3,65 persen.

Sementara itu, pada 2023 jumlah penduduk miskin di Muaro Jambi tercatat sebanyak 20,83 ribu jiwa atau 4,43 persen. Data ini menunjukkan sempat terjadi penurunan angka kemiskinan pada 2024, namun kembali meningkat pada 2025.

Kepala BPS Muaro Jambi, Edy Subagiyo, menjelaskan bahwa kenaikan angka kemiskinan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya garis kemiskinan dalam tiga tahun terakhir.

Ia memaparkan, garis kemiskinan pada 2023 tercatat sebesar Rp535.244 per kapita per bulan. Angka ini kemudian naik signifikan menjadi Rp617.948 pada 2024, dan kembali meningkat menjadi Rp633.575 pada 2025.

Menurut Edy, kenaikan garis kemiskinan dipicu oleh meningkatnya harga kebutuhan masyarakat, terutama komoditas pangan. Kondisi tersebut menyebabkan pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan hidup layak meningkat lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan masyarakat.

“Ketika pengeluaran minimum untuk hidup layak naik lebih cepat daripada pendapatan masyarakat, maka risiko kemiskinan ikut meningkat,” ujarnya, Selasa 20 Januari 2026.

Ia menambahkan, BPS menilai status kemiskinan bukan dari kondisi fisik semata, melainkan dari kemampuan konsumsi setiap individu dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup, seperti pangan dan kebutuhan esensial lainnya.

Edy juga menyampaikan bahwa faktor penyebab meningkatnya kemiskinan pada 2025 masih memerlukan kajian lebih lanjut, khususnya terkait daya beli masyarakat dan dinamika harga kebutuhan pokok.

Meski demikian, secara regional Muaro Jambi masih tergolong daerah dengan tingkat kemiskinan relatif rendah di Provinsi Jambi. Kabupaten yang dikenal dengan julukan Bumi Sailun Salimbai ini menempati peringkat kedua terendah tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi setelah Kota Sungai Penuh.

“Jadi kita melihatnya dari sisi konsumsi, apakah kebutuhan dasar masyarakat sudah terpenuhi atau belum,” kata Edy.

Data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi para pemangku kebijakan untuk memperkuat program pengendalian harga dan perlindungan daya beli masyarakat, agar tekanan biaya hidup tidak terus mendorong peningkatan angka kemiskinan di Kabupaten Muaro Jambi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....