Harga Cabai Jambi Turun Usai Libur Nataru

  • 28 Jan 2026 11:01 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Pasca-hiruk pikuk Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah komoditas pangan, khususnya kelompok “pedas” seperti cabai, mengalami penurunan di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi. Kondisi ini menjadi angin segar bagi daya beli masyarakat, meski potensi cuaca ekstrem di daerah sentra produksi seperti Kerinci masih menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas pasokan.

Berdasarkan pantauan lapangan dan data Sistem Informasi Harga Pasar Kota Jambi (SIHARKO) per 13 Januari 2026, penurunan harga paling signifikan terjadi di Pasar Rakyat Talang Banjar. Di pasar tersebut, harga cabai merah kecil tercatat turun hingga 28,57 persen, dari sebelumnya di atas Rp28.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Tren penurunan juga terjadi pada cabai rawit merah yang terkoreksi 27,27 persen ke level Rp40.000 per kilogram. Meski demikian, disparitas harga masih terlihat antar-pasar. Di Pasar Angso Duo, harga cabai merah besar dan kecil relatif stabil di kisaran Rp24.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah masih bertahan di angka Rp50.000 per kilogram.

“Sudah tiga hari ini harga cabai mulai jinak. Stok dari distributor melimpah karena permintaan tidak seganas minggu lalu,” ujar Sumiati, pedagang sayur di Pasar Talang Banjar, Selasa, 13 Januari 2026.

Untuk komoditas lain, harga beras premium terpantau stabil di kisaran Rp15.400 hingga Rp16.000 per kilogram. Sementara bawang merah menunjukkan pergerakan variatif, dengan harga berkisar Rp39.000 hingga Rp50.000 per kilogram di sejumlah pasar. Harga ayam broiler relatif stabil di angka Rp36.000 hingga Rp37.000 per kilogram, sedangkan daging sapi masih berada pada level tinggi, antara Rp130.000 hingga Rp150.000 per kilogram.

Penurunan harga cabai ini dinilai tidak terlepas dari langkah intervensi Pemerintah Provinsi Jambi yang sebelumnya menggelar Gebyar Pasar Tani. Kegiatan tersebut dinilai mampu memangkas rantai distribusi, sehingga harga di tingkat konsumen dapat ditekan setelah momentum libur panjang.

Meski demikian, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tetap mengingatkan potensi risiko ke depan. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal Januari, inflasi year-on-year Provinsi Jambi tercatat sebesar 3,71 persen. Kabupaten Kerinci menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi, mencapai 5,52 persen.

Kerinci diketahui sebagai salah satu sentra produksi sayur-mayur bagi Kota Jambi. Tingginya inflasi di wilayah hulu, ditambah gangguan cuaca dan curah hujan, berpotensi memengaruhi pasokan ke pasar-pasar Kota Jambi dalam satu hingga dua pekan ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....