Banjir Tanjabtim Renggut Korban Jiwa dan Hanyutkan Rumah

  • 23 Jan 2026 09:48 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Seorang bocah berusia tujuh tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat banjir melanda Desa Lambur II, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi. Peristiwa tragis tersebut terjadi di tengah banjir yang telah merendam sejumlah wilayah di Tanjabtim dalam beberapa hari terakhir, diperparah dengan banjir rob di kawasan pesisir.

Korban diketahui bernama Reiza, siswa kelas 1 sekolah dasar yang berdomisili di Kecamatan Sabak Barat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terpeleset dan terseret arus banjir di sekitar rumahnya. Warga setempat sempat melakukan pencarian sebelum akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Selain menelan korban jiwa, cuaca ekstrem juga menyebabkan sebuah rumah hanyut di Desa Kuala Simbur, Kecamatan Muara Sabak Timur, Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 07.35 WIB. Rumah tersebut terseret arus sungai yang dipengaruhi gelombang laut akibat cuaca buruk yang melanda wilayah pesisir timur Jambi.

Peristiwa hanyutnya rumah itu sempat direkam warga dan menyebar luas di media sosial. Dalam video terlihat bangunan rumah terbawa derasnya arus air hingga akhirnya hilang di aliran sungai, memicu kekhawatiran masyarakat setempat.

Camat Muara Sabak Timur, Darohim, menjelaskan rumah yang hanyut tersebut sudah lama tidak ditempati pemiliknya.

“Informasi dari kepala desa, rumah itu sudah lama kosong. Pemiliknya sudah pindah ke luar daerah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu 10 Januari 2026.

Hal serupa disampaikan Kepala Desa Kuala Simbur, Juhaifah. Ia mengatakan rumah tersebut merupakan bangunan lama yang sudah lapuk dan ditinggalkan sekitar tiga tahun terakhir.

“Rumah itu memang sudah kosong dan kondisinya lapuk. Letaknya tepat di tepi laut, sehingga sangat rentan terdampak gelombang pasang dan angin kencang,” jelasnya.

Menurut Juhaifah, cuaca ekstrem yang terjadi dipengaruhi musim angin barat yang rutin melanda wilayah pesisir Jambi pada awal tahun. Dalam beberapa hari terakhir, hujan disertai angin kencang terus terjadi, meski air laut pasang tidak sampai menggenangi permukiman warga.

“Pasang air laut biasanya hanya sekitar satu jam dan tidak sampai masuk ke jalan atau rumah warga,” katanya.

Meski demikian, kondisi cuaca tersebut turut berdampak pada aktivitas nelayan. Sebagian nelayan memilih tidak melaut saat hujan lebat dan angin kencang melanda kawasan pesisir.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, banjir rob, serta cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah pesisir Provinsi Jambi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....