Upaya Mediasi Kasus Pengeroyokan Terhadap Guru di Jambi

  • 18 Jan 2026 08:47 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Upaya mediasi dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru di Provinsi Jambi dilaporkan gagal mencapai kesepakatan. Mediasi yang diharapkan menjadi jalan damai antara pihak korban dan terduga pelaku tersebut berakhir tanpa titik temu, sehingga proses hukum berpotensi berlanjut ke tahap berikutnya.

Kegagalan mediasi ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Puji, warga Bayung Lincir, menyayangkan tidak tercapainya kesepakatan damai. Menurutnya, kasus yang melibatkan guru seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak.

"Guru adalah pendidik, sudah sepatutnya mendapat perlindungan dan rasa aman," ujarnya.

Sementara itu, Rudi dari Sengeti menilai bahwa kegagalan mediasi menunjukkan pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan. Ia berharap Guru dan Siswa di ajak untuk bertemu terkait permasalahan yang terjadi dan aparat penegak hukum dapat menangani kasus ini secara profesional agar memberikan rasa keadilan bagi korban.

"Kalau memang tidak bisa damai, proses hukum harus ditegakkan," katanya.

Pandangan serupa disampaikan Panji, warga Petaling. Ia menekankan bahwa kasus kekerasan, terlebih terhadap tenaga pendidik, tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, kejadian ini harus menjadi pelajaran agar masyarakat lebih menghormati profesi guru dan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat ditangani secara bijak, adil, serta menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap tenaga pendidik di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....