Pentingnya Memperhatikan Bahaya di Balik Serunya Buka Bersama

  • 10 Mar 2026 10:26 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi – Terdapat bahaya yang tidak terasa mengintai di balik keseruan acara buka bersama yang marak dilakukan berbagai kalangan pada bulan Ramadhan. Yaitu adanya kebiasaan yang sering tidak disadari dan justru berisiko bagi kesehatan. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan momen berbuka sebagai ajang 'balas dendam' setelah seharian berpuasa.

Menurutnya, kebiasaan langsung melahap banyak makanan begitu azan Magrib berkumandang dapat memberikan beban berat pada lambung.

"Bukber bagus, sih, buat silaturahmi. Tapi bisa jadi tidak sehat, loh, kalau kita bukber begitu bedug berbunyi langsung makan ini semua sekaligus dalam waktu yang sangat singkat," kata Menkes Budi.

Dijelaskannya, setelah berpuasa seharian, kondisi lambung dalam keadaan kosong. Jika tiba-tiba diisi dengan banyak makanan dalam waktu singkat, sistem pencernaan bisa 'kaget' karena harus bekerja lebih keras secara mendadak.

Akibatnya, produksi asam lambung dapat meningkat dan memicu berbagai keluhan pencernaan, termasuk penyakit Gastroesophageal Reflux Disease alias GERD.

"Nah, kalau kita makan sebanyak ini dengan waktu singkat, itu akan menyebabkan penyakit Gen Z sekarang, namanya GERD," ujarnya.

Selain itu, menu buka puasa yang disajikan saat bukber juga kerap tinggi gula dan karbohidrat. Mulai dari minuman manis, gorengan, hingga makanan berat yang berlemak.

Kombinasi tersebut bisa membuat perut terasa penuh atau begah setelah makan. Tidak hanya itu, tubuh juga menjadi lebih cepat lelah dan mengantuk.

Perut jadi begah dan badan jadi berat. "Ini nanti akan membuat kita ngantuk. Jadi, pada saat kita salat Tarawih, sudah pasti nggak dengerin ustaz-nya ngomong apa," kata Menkes Budi.

Oleh sebab itu, Menkes Budi mengajak masyarakat untuk kembali meluruskan niat berpuasa, yakni menahan hawa nafsu, termasuk dalam hal makan dan minum saat berbuka.

Menkes menekankan pentingnya menjaga pola makan yang sehat selama Ramadan agar ibadah tetap lancar dan tubuh tetap bugar.

"Sayangi lambung kalian. Kalau kita makannya benar dan teratur, Insya Alloh ibadah kita juga lancar dan badan tetap sehat sampai hari raya nanti," ujarnya.

Dia pun menyarankan agar masyarakat berbuka secara bertahap, misalnya dimulai dengan air putih dan makanan ringan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan makanan utama setelah shalat Maghrib.

Dengan pola makan yang lebih teratur, momen bukber tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan atau membahayakan kondisi kesehatan tubuh.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....