Lailatu Qodar Malam Seribu Bulan

  • 02 Mar 2026 17:58 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi – Disampaikan oleh Ustadzah Dr. Hj. Nurhayati, M. Pd. I dalam dialog interaktif Ramadhan di RRI Jambi, Senin 2 Maret 2026 bahwasanya malam Lailatul Qodar adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim pada bulan Ramadhan. Setiap orang berharap dapat bertemu dengan malam tersebut, karena itu malam lebih utama daripada seribu bulan. Lailatul Qadar merupakan salah satu keistimewaan yang Alloh berikan untuk umat Nabi Muhammad SAW.

Kapan waktu datangnya Lailatul Qodar memang tidak seorang pun yang mengetahuinya, karena merupakan rahasia Alloh. Namun Rasululloh SAW menginsyaratkan bahwa malam kemuliaan tersebut akan datang pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, khususnya pada tanggal ganjil.

Tujuan dari dirahasiakannya kedatangan malam tersebut agar umat Islam selalu beribadah dan memperbanyak amal saleh, terutama pada sepuliuh malam terakhir tersebut. Terkait dengan amalan sunnah Nabi pada malam Lailatul Qodar, disebutkan hadits riwayat Imam Al-Bukhari. Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya:

Artinya: Barangsiapa melaksanakan puasa Ramadhan karena iman kepada Alloh dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya), maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan barangsiapa menegakkan malam lailatul qadar (mengisi dengan ibadah) karena iman kepada Alloh dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya (HR Al-Bukhari).

Amalan yang dapat kita lakukan pada malam Lailatul Qadar itu? Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menjelaskan ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan. Ia menyatakan bahwa:

Artinya: Kami riwayatkan dari sanad yang shahih dalam kitab al-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan lain-lain bahwa Aisyah pernah berkata, “Wahai Rasulullah, andaikan aku mengetahui Lailatul Qadar, apa yang bagus aku baca?” Rasululloh menjawab, “Bacalah Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).

Para ulama mengatakan, disunnahkan memperbanyak membaca doa tersebut, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa-doa yang disunahkan pada tempat atau waktu yang mulia. Al-Hafizh Ibnu Rajab mengatakan bahwa menegakkan malam Lailatul Qodar adalah menghidupkan malamnya dengan shalat tahajud.

Artinya: Maksudnya adalah memperbanyak doa lebih utama dibanding shalat yang di dalamnya tidak terdapat banyak doa. Dan jika ia membaca (Al-Quran) dan berdoa maka lebih bagus. Beliau berdalil dengan realita bahwa Nabi Muhammad SAW melaksanakan shalat tahajud di malam-malamnya bulan Ramadhan dan membaca Al-Quran dengan tartil. Ketika beliau membaca ayat tentang rahmat maka beliau berdoa, dan bila membaca ayat azab maka beliau meminta perlindungan kepada Alloh. Sebab itu maka mengombinasikan antara shalat, membaca Al-Quran, berdoa dan tafakur, adalah amal yang paling utama dan paling sempurna dikerjakan pada malam-malam sepuluh akhir bulan Ramadhan dan malam-malam selainnya (Ibnu Rajab al-Hambali, Lathaiful Ma'arif, [ Beirut, Darul Ibnu Hazm,2004], halaman 204).

Amalan paling utama malam Lailatul Qodar adalah dengan menggabungkan empat amalan sunnah Nabi Muhammad SAW, yaitu shalat malam atau shalat tahajud, membaca Al-Qur’an, berdo’a dengan do’a yang diajarkan Nabi untuk Lailatul Qodar, dan tafakur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....