Hal-Hal yang Disunnahkan dalam Puasa Ramadhan
- 22 Feb 2026 18:56 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang di dalamnya terdapat kewajiban berpuasa bagi setiap muslim yang beriman. Selain menjalankan kewajiban menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, terdapat pula amalan-amalan sunnah yang dianjurkan untuk menyempurnakan pahala puasa kita.
Sebagaimana dijelaskan Ustadz Darwanto, S.Ag., puasa Ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, namun juga momentum meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Berikut beberapa hal yang disunnahkan dalam puasa Ramadhan:
1. Makan Sahur
| Baca juga: Pasar Muraj Ramadhan TP PKK provinsi Jambi |
Sahur merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah Saw bersabda bahwa di dalam sahur terdapat keberkahan. Selain memberi kekuatan fisik, sahur juga menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat terdahulu. Disunnahkan mengakhirkan waktu sahur mendekati waktu Subuh selama tidak melewati batas imsak.
2. Menyegerakan Berbuka
Ketika matahari telah terbenam, disunnahkan untuk segera berbuka dan tidak menunda-nundanya. Rasulullah saw menganjurkan berbuka dengan kurma, dan jika tidak ada maka dengan air. Hal ini menunjukkan sikap taat dan tidak berlebihan dalam menjalankan ibadah.
3. Memperbanyak Do'a
Orang yang berpuasa memiliki doa yang mustajab, terutama saat berbuka. Maka dianjurkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, keberkahan, serta kebaikan dunia dan akhirat.
4. Memberi Makan Orang yang Berbuka
Memberikan makanan untuk berbuka puasa kepada orang lain termasuk amalan yang berpahala besar. Pahalanya seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang diberi makan.
5. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, memperbanyak membaca, mentadabburi, dan mengamalkan Al-Qur’an menjadi sunnah yang sangat dianjurkan.
6. Menjaga Lisan dan Perilaku
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan dusta, ghibah, dan perbuatan sia-sia. Rasulullah Saw mengingatkan bahwa bisa jadi orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga jika tidak menjaga akhlaknya.
7. I’tikaf di Sepuluh Hari Terakhir
Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah saw memperbanyak ibadah dan melakukan i’tikaf untuk mencari malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Semoga dengan mengamalkan sunnah-sunnah dalam puasa Ramadhan ini, ibadah kita semakin sempurna dan diterima oleh Allah SWT. Mari jadikan Ramadhan sebagai madrasah untuk membentuk pribadi yang lebih bertakwa, sabar, dan penuh kepedulian terhadap sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....