Ternyata Bukan Makan Nasi yang Sebabkan BB Naik Saat Ramadhan

  • 12 Mar 2025 09:25 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Selama bulan Ramadhan, suara bedug Maghrib merupakan bunyian terindah yang dinantikan oleh seluruh umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa. Jelang bedug Maghrib di meja makan sudah tersedia aneka makanan dan minuman yang dihasilkan dari dapur sendiri atau dapur orang lain, alias beli. Semua terlihat begitu menggoda selera.

Menu berbuka puasa yang selalu tersedia adalah gorengan, yang sepertinya makanan favorit kita- orang Indonesia. Mulai dari bakwan, pisang goreng, tahu goreng, risol dan pastel. Makan gorengan saat berbuka puasa ternyata ada aturannya, pastinya jangan berlebihan. Harus dipahami bahwa gorengan adalah makanan dengan kandungan kalori tinggi, satu gorengan misalnya bakwan, tahu isi ataupun risol memiliki kandungan kalori antara 100 - 150 kalori. Makan dua gorengan sebenarnya setara dengan satu porsi nasi.

Kurangnya pemahaman membuat "nasi" sering dijadikan kambing hitam disaat berat badan bertambah. Nasi merupakan makanan sumber karbohidart yang berperan memberi energi pada tubuh. Tapi cemilan yang terlihat ringan seperti makanan manis/ gorengan/ makanan tepung, jika dikomsumsi berlebihan sebenarnyalah penyebab berat badan dan gula darah naik.

Maka dianjurkan untuk berbuka puasa dengan segelas air putih hangat dan tiga butir kurma (dalam hitungan ganjil) sebagaimana yang disunnahkan Rasululloh SAW. Kurma mengandung tinggi serat, gula kompleks yang mudah diserap tubuh dan dapat mengembalikan energi dengan cepat. Alhamdulillah, kandungan gula pada kurma tidak menyebabkan naiknya kadar gula dalam tubuh.

Rasululloh SAW menganjurkan umat Islam saat berbuka makan kurma dalam hitungan atau jumlah ganjil. Kurma mengandung manfaat bagi kesehatan dan spiritual. Dalam hadist yang diriwayatkan Abu Dawud, Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya: "Apabila salah seorang diantara kalian berbuka, maka berbukalah dengan kurma, sebab kurma itu mendatangkan berkah. Namun apabila tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu bersih."

Rasululloh SAW berbuka dengan kurma segar (ruthob), jika tidak ada maka dengan kurma kering (tamr).

Selain itu juga disarankan tidak langsung berbuka puasa dengan makan besar, setelah berjam-jam perut dalam keadaan kosong maka berikan waktu bagi lambung untuk beradaptasi. Sebaiknya sesi makan dibagi beberapa kali dalam porsi kecil, yaitu saat berbuka, sebelum sholat taraweh dan sesudah sholat taraweh.

Sementara untuk penderita GERD disarankan untuk memberi jeda waktu antara makan dan tidur agar terhindar dari refluks atau muntah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....