9 Dari 10 Tim Zona Asia "Dipulangkan" Lebih Awal

  • 04 Jul 2026 21:08 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Piala Dunia 2026 menjadi panggung pembelajaran yang berharga bagi sepak bola Asia. Dari sembilan wakil yang tampil di putaran final, seluruhnya harus berguguran sebelum mampu menembus perempat final. Meski jumlah peserta Asia meningkat berkat format baru 48 tim, kenyataannya jarak kualitas dengan kawasan elite dunia masih terlihat jelas ketika memasuki fase gugur.

Beberapa tim Asia memang sempat mencuri perhatian di fase grup. Jepang tampil atraktif, Korea Selatan menunjukkan organisasi permainan yang rapi, sementara Australia dan Uzbekistan mampu memberikan perlawanan sengit kepada lawan-lawannya. Namun, ketika berhadapan dengan tim-tim papan atas dari Amerika Selatan, Eropa, maupun Afrika, pengalaman bertanding di level tertinggi menjadi pembeda yang sulit dikejar.

Perbedaan itu bukan semata soal kualitas individu pemain. Tim-tim dari Eropa dan Amerika Selatan memiliki kedalaman skuad yang lebih merata, ritme kompetisi domestik yang tinggi, serta pengalaman menghadapi laga hidup-mati secara konsisten. Di sisi lain, banyak wakil Asia masih bergantung pada segelintir pemain kunci. Ketika mereka berhasil diredam lawan, variasi serangan dan kemampuan mengubah jalannya pertandingan ikut menurun.

Meski demikian, menyebut Asia gagal total juga kurang tepat. Jumlah wakil yang lolos ke fase gugur menunjukkan perkembangan yang positif dibanding edisi-edisi sebelumnya. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengubah peningkatan kuantitas menjadi kualitas. Investasi pada pembinaan usia muda, peningkatan kualitas liga domestik, serta memperbanyak pertandingan melawan tim elite dunia menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Piala Dunia 2026 akhirnya kembali mengingatkan bahwa sepak bola Asia masih berada dalam proses mengejar ketertinggalan. Sembilan wakil yang berguguran memang menjadi bukti bahwa jarak dengan kawasan lain belum sepenuhnya tertutup. Namun, jika proses pembangunan terus berjalan dengan konsisten, bukan tidak mungkin pada edisi berikutnya Asia tidak hanya menjadi pelengkap turnamen, tetapi juga mampu melahirkan penantang serius dalam perebutan gelar juara dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....