Skor 3-2, Mengakhiri Perjuangan yang Luar Biasa dari Timnas Tanjung Verde

  • 04 Jul 2026 21:06 WIB
  •  Jambi
Poin Utama
  • Perjalanan timnas Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 telah melampaui semua ekspektasi
  • Membuktikan mampu berdiri sejajar dengan para raksasa sepak bola dunia
  • Bangkit pada babak kedua ketika Deroy Duarte melepaskan tembakan keras
  • Skor kembali imbang 2-2 dan membuat publik stadion terpukau
  • Tanjung Verde masih terus menyerang hingga detik-detik akhir

RRI.CO.ID, Jambi - Tidak semua tim yang tersingkir dari Piala Dunia pulang sebagai pecundang. Tanjung Verde justru meninggalkan panggung terbesar sepak bola dunia dengan kepala tegak setelah memaksa juara bertahan Argentina bekerja keras hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya menyerah dengan skor akhir 2-3 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Miami, Florida, Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 05.00 WIB.

Bagi negara kepulauan kecil di Afrika Barat itu, perjalanan di Piala Dunia 2026 telah melampaui semua ekspektasi. Berstatus debutan dan menjadi tim dengan peringkat FIFA terendah di fase gugur, Blue Sharks, julukan dari timnas Tanjung Verde, tidak sekadar datang untuk meramaikan turnamen. Mereka membuktikan mampu berdiri sejajar dengan para raksasa sepak bola dunia.

Sejak menit pertama, Tanjung Verde tampil tanpa rasa gentar menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi. Ryan Mendes bahkan lebih dulu mengancam gawang Emiliano Martinez, memberi sinyal bahwa mereka tidak datang hanya untuk bertahan.

Argentina memang sempat memimpin melalui gol indah Messi pada babak pertama. Namun, Tanjung Verde menolak menyerah. Mereka bangkit pada babak kedua ketika Deroy Duarte melepaskan tembakan keras dari sudut sempit untuk menyamakan kedudukan sekaligus mencetak gol pertama bagi negaranya di fase gugur Piala Dunia.

Gol tersebut membuat mimpi besar mulai terasa nyata. Selama beberapa menit, juara dunia berada di bawah tekanan tim yang beberapa tahun lalu bahkan belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia.

Penampilan gemilang kiper veteran Vozinha menjadi salah satu kisah paling mengesankan. Berkali-kali ia menggagalkan peluang Messi, termasuk penyelamatan luar biasa terhadap tendangan bebas dan peluang emas dari jarak dekat yang nyaris membawa Argentina kembali unggul pada waktu normal.

Ketangguhan pertahanan dan disiplin permainan membuat Tanjung Verde berhasil memaksa Argentina memainkan babak perpanjangan waktu.

Drama terus berlanjut pada extra time. Lisandro Martinez membawa Argentina kembali unggul, tetapi Blue Sharks kembali menunjukkan karakter mereka. Sidny Lopes Cabral mencetak gol spektakuler dari sudut sempit yang melengkung indah ke pojok gawang, membuat skor kembali imbang 2-2 dan membuat publik stadion terpukau.

Argentina kembali unggul, kali ini Cristian Romero menyundul bola hasil sepak pojok Lionel Messi untuk membuat skor 3-2. Bahkan setelah kembali tertinggal, Tanjung Verde masih terus menyerang hingga detik-detik akhir. Tim dari negara yang hanya berpenduduk sekitar 500 ribuan ini hampir memaksa adu penalti andaikan tendangan bebas Lopes Cabral tidak digagalkan Martinez.

Perjalanan Blue Sharks di Piala Dunia 2026 harus berakhir. Setelah sukses menahan Spanyol di fase grup, menyingkirkan Uruguay, tidak terkalahkan sepanjang penyisihan, lalu hampir saja membuat juara bertahan tersungkur di babak gugur.

Tanjung Verde, negeri kecil yang selama puluhan tahun hanya menjadi penonton menunjukkan mampu berdiri sejajar dengan kekuatan-kekuatan besar sepak bola dunia. Argentina memang berhak melangkah ke babak 16 besar untuk menghadapi Mesir. Namun, kiprah Tanjung Verde bakal dikenang dan menjadi buah bibir dalam waktu lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....