Qatar Berjaya di Asia, Babak Belur di Piala Dunia

  • 26 Jun 2026 00:36 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Keberhasilan tim nasional Qatar dalam beberapa tahun terakhir menghadirkan sebuah paradoks menarik di sepak bola Asia. Di level kontinental, Al Annabi menjelma menjadi kekuatan baru dengan menjuarai Piala Asia 2019 dan mempertahankan gelar pada edisi 2023. Namun ketika panggung bergeser ke Piala Dunia, performa mereka justru jauh dari kata meyakinkan.

Dominasi Qatar di Asia dibangun melalui proyek jangka panjang yang berpusat pada pengembangan pemain lokal dan akademi sepak bola modern. Generasi emas yang dipimpin oleh pemain seperti Akram Afif dan Almoez Ali mampu tampil sangat efektif menghadapi lawan-lawan Asia. Gelar perdana pada 2019 diraih dengan performa luar biasa, sebelum kembali mengangkat trofi pada 2023 dan menegaskan status mereka sebagai salah satu tim terbaik di benua tersebut.

Namun tantangan di Piala Dunia terbukti jauh berbeda. Saat menjadi tuan rumah pada 2022, Qatar gagal meraih satu poin pun dan tersingkir sebagai juru kunci grup setelah kalah dalam tiga pertandingan. Penampilan itu menjadi sorotan karena tidak sejalan dengan investasi besar yang telah dilakukan negara tersebut untuk membangun sepak bola nasional.

Harapan kebangkitan sempat muncul ketika Qatar berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 melalui jalur kualifikasi. Sayangnya, hasil di fase grup kembali menunjukkan kesenjangan kualitas antara level Asia dan level dunia. Qatar hanya mampu meraih satu hasil imbang sebelum dihajar Kanada 6-0 dan kalah 1-3 dari Bosnia-Herzegovina sehingga harus angkat koper lebih awal. Meski demikian, mereka setidaknya mencatatkan poin pertama dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.

Kisah Qatar menjadi bukti bahwa menjadi raja di Asia tidak otomatis menjamin kesuksesan di panggung global. Mereka telah menemukan formula untuk mendominasi kawasan sendiri, tetapi masih kesulitan menghadapi intensitas, kualitas individu, dan kedalaman skuad negara-negara dari Eropa maupun Amerika. Tantangan berikutnya bagi Qatar bukan lagi menaklukkan Asia, melainkan menjembatani jurang performa agar kejayaan kontinental dapat diterjemahkan menjadi prestasi yang lebih kompetitif di Piala Dunia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....