Jika Berminat Menjadi Diplomat

  • 03 Feb 2026 08:43 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Diplomat merupakan pejabat negara atau perwakilan resmi (seringkali Aparatur Sipil Negara/PNS) yang ditunjuk untuk melaksanakan misi diplomasi, negosiasi, serta perlindungan kepentingan negara asalnya di negara penerima atau organisasi internasional. Mereka bertugas menjaga hubungan persahabatan, mempromosikan kerja sama, dan melaporkan situasi luar negeri guna mendukung kebijakan pemerintah. 

Berikut adalah poin penting mengenai profesi diplomat:

Tugas Utama (6P): Representing (mewakili), Negotiating (berunding), Protecting (melindungi WNI/kepentingan nasional), Promoting (mempromosikan budaya/ekonomi), Reporting (melaporkan informasi), dan Managing (mengelola kantor perwakilan).

Fungsi: Menjalankan urusan luar negeri, negosiasi perjanjian, dan memediasi konflik antarnegara.

Keistimewaan: Diplomat sering diberikan privilege seperti kekebalan hukum (diplomatic immunity) dan paspor diplomatik (paspor hitam) saat bertugas di luar negeri.

Tempat Bekerja: Umumnya di Kedutaan Besar, Konsulat Jenderal, atau perutusan tetap di organisasi internasional (seperti PBB).

Kualifikasi: Di Indonesia, diplomat merupakan pejabat fungsional di bawah Kementerian Luar Negeri, yang biasanya membutuhkan latar belakang pendidikan Hubungan Internasional, Hukum, Ekonomi, atau sosial politik. 

Diplomat berbeda dengan Duta Besar, di mana Duta Besar merupakan jabatan tertinggi dalam hierarki diplomatik. 

Cara menjadi diplomat luar negeri di Indonesia adalah dengan lolos seleksi CPNS Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan mengikuti Sekolah Dinas Luar Negeri (SEKDILU). Kandidat wajib memiliki setidaknya gelar Sarjana (S1), menguasai bahasa Inggris serta bahasa asing PBB lainnya, memiliki kemampuan adaptasi, analisis, dan integritas tinggi. 

Berikut langkah-langkah detail untuk menjadi diplomat luar negeri:

Pendidikan Sarjana (S1): Jurusan yang relevan meliputi Hubungan Internasional, Hukum, Ekonomi, Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi, atau Sastra (Bahasa asing).

Menguasai Bahasa Asing: Bahasa Inggris wajib dikuasai dengan lancar (skor TOEFL/IELTS tinggi). Kemampuan bahasa asing PBB lainnya (Prancis, Arab, Mandarin, Rusia, Spanyol) menjadi nilai tambah yang sangat baik.

Daftar CPNS Kemlu: Mengikuti seleksi CPNS yang diselenggarakan pemerintah dan memilih instansi Kementerian Luar Negeri.

Mengikuti SEKDILU: Setelah diterima sebagai CPNS, calon diplomat wajib mengikuti Pendidikan Sekolah Dinas Luar Negeri (SEKDILU) selama 6-8 bulan untuk dididik substansi dan keahlian diplomasi.

Pengembangan Karier: Setelah bertugas, diplomat mengikuti jenjang lanjutan seperti Sekolah Staf Luar Negeri (SESDILU) dan Sekolah Pimpinan Luar Negeri (SESPARLU). 

Kualifikasi tambahan yang dibutuhkan mencakup kemampuan analisis yang kuat, berwawasan luas mengenai isu dunia, serta kepribadian yang tangguh untuk penempatan di berbagai negara. 

Diplomat berhak atas paspor hitam. Paspor hitam ini biasanya hanya dimiliki oleh kalangan pejabat tinggi pemerintah dan tentu saja diplomat.

Salah satu tugas diplomat adalah menjadi delegasi (liaison officer) di pertemuan atau sidang yang diselenggarakan di negara akreditasi maupun di organisasi internasional. Nah tentu saja ini kesempatan untukmu berjumpa dengan orang-orang penting di seluruh dunia!

Di setiap penempatan, diplomat berkesempatan untuk mendalami budaya bangsa lain. Bayangkan saja 2-3 tahun hidup di luar negeri, kamu akan dapat berbagai pengalaman berharga dari interaksi yang tercipta dengan penduduk lokal.

Jadi diplomat harus punya kesiapan mental dan fisik yang matang untuk tinggal jauh dari tanah kelahiran.

Diplomat berkesempatan untuk melayani negara dan membuat perubahan.

Diplomat adalah perwakilan resmi negara di luar negeri yang bertugas memperjuangkan kepentingan nasional, menjaga hubungan bilateral/multilateral, dan melindungi warga negara. Berdasarkan Konvensi Wina 1961 dan praktek internasional, fungsi utama diplomat meliputi mewakili (representing), melindungi (protecting), bernegosiasi (negotiating), mempromosikan (promoting), melaporkan (reporting), dan mengatur (managing) hubungan kedua negara. 

Fungsi utama diplomat menurut konvensi internasional dan praktek luar negeri :

Representasi (Mewakili): Bertindak atas nama negara pengirim di negara penerima atau forum internasional.

Perlindungan (Protecting): Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya di luar negeri sesuai hukum internasional.

Negosiasi (Negotiating): Melakukan perundingan perjanjian bilateral atau multilateral serta menyelesaikan sengketa secara damai.

Promosi (Promoting): Meningkatkan hubungan persahabatan, kerja sama ekonomi, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan.

Pelaporan (Reporting): Memantau, mengamati, dan melaporkan kondisi atau perkembangan di negara penerima kepada pemerintah negara asal.

Manajemen (Managing): Mengatur operasional perwakilan dan memberikan jasa konsuler serta keprotokolan. 

Diplomat juga menikmati kekebalan diplomatik (diplomatic immunity) yang diatur oleh konvensi internasional untuk memastikan fungsi-fungsi tersebut berjalan maksimal. 

Untuk menjadi diplomat tidak harus menempuh pendidikan di Jurusan Hubungan Internasional saja, kamu bisa mengambil jurusan lain dan bisa berpeluang menjadi diplomat, misalnya;

1. Hubungan Internasional

Jurusan Hubungan Internasional menjadi jurusan yang paling terkenal untuk prospek kerja di luar negeri guna mengerjakan tugas politis suatu negara.

Tidak heran, sih, karena di jurusan ini, kamu bisa belajar berbagai hal kritis untuk menyikapi keadaan politis seluruh negara di dunia. Jadi, Hubungan Internasional bisa menjadi jurusan pilihanmu jika kamu ingin menjadi seorang diplomat.

2. Komunikasi

Menjadi diplomat adalah suatu hal yang membanggakan. Dia bisa berkomunikasi dengan mewakili negara asalnya guna menjaga hubungan baik dengan organisasi dunia atau negara lain.

Tidak ayal, profesi ini membutuhkan pemikiran kritis dan strategis dalam tingkat komunikasi lanjut. Jadi, jurusan Komunikasi, baik itu Ilmu Komunikasi, Hubungan Masyarakat, ataupun Manajemen Komunikasi bisa menjadi alternatif jurusan yang bisa kamu pilih.

3. Ilmu Ekonomi

Mengapa seorang lulusan Ilmu Ekonomi bisa menjadi seorang diplomat ketika lulus? Hal ini tentu saja karena diplomat adalah orang yang harus juga mengetahui bagaimana kondisi ekonomi suatu negara dan bagaimana pengelolaannya. Mahasiswa Ilmu Ekonomi akan mempelajari hal tersebut.

4. Bahasa & Sastra Asing

Selain karena mahasiswa jurusan bahasa dan sastra asing menguasai bahasa negara lain yang dibutuhkan dalam skill untuk menjadi diplomat, mahasiswa dari jurusan ini juga mempelajari politik dan budaya suatu negara. Kok bisa?

Hal tersebut dikarenakan, ketika mempelajari suatu bahasa, kamu tidak hanya menghafal suku kata lalu mengucapkannya dengan baik. Namun, kamu juga harus paham bagaimana budaya dan kondisi masyarakat di negara pengguna bahasa tersebut. Dengan memahaminya, kamu akan dengan mudah bersikap ketika berkomunikasi.

5. Ilmu Administrasi

Perencanaan pembangunan hingga administrasi suatu negara sudah pasti menjadi hal yang harus seorang diplomat pahami. Mahasiswa lulusan Ilmu Administrasi mempelajari hal tersebut sehingga tidak akan merasa kewalahan dengan tugas dan tanggung jawab diplomat.

6. Ilmu Hukum

Diplomat adalah seorang yang memahami dengan baik kondisi suatu negara tempatnya nanti bertugas. Baik dari segi ekonomi, pembangunan wilayah, bahkan kekuatan hukumnya. Jadi, Jurusan Ilmu Hukum akan menjadi studi yang pas untuk menjadi bekal kamu mengembang tanggung jawab seorang diplomat.

7. Ilmu Politik

Seperti halnya Jurusan Hubungan Internasional, Jurusan Ilmu Politik juga menjadi jurusan yang terkenal bisa menempati kursi diplomat. Hal ini tentu saja karena kebutuhan diplomat dipelajari dengan detail di Ilmu Politik. (berbagai sumber)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....