Tungku Tanah Liat, Dapur Tradisional yang Mengandalkan Bara Api

  • 06 Agt 2026 13:45 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Sebelum kompor gas dan kompor listrik menjadi peralatan dapur utama, masyarakat Indonesia memasak menggunakan tungku tanah liat. Alat masak tradisional ini memanfaatkan kayu bakar atau arang sebagai sumber panas dan telah digunakan selama ratusan tahun di berbagai daerah Nusantara.

Tungku tanah liat dibuat dari campuran tanah liat yang dibentuk sedemikian rupa agar mampu menopang panci atau periuk. Desainnya memungkinkan panas dari bara api terkumpul di bawah wadah masak sehingga proses memasak menjadi lebih efisien. Selain mudah dibuat, bahan bakunya juga mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Banyak orang meyakini bahwa memasak menggunakan tungku kayu menghasilkan cita rasa yang lebih khas. Asap dari kayu bakar memberikan aroma alami pada makanan, terutama pada masakan seperti gulai, rendang, ikan bakar, hingga nasi yang dimasak di dalam periuk.

Menurut ahli pangan Harold McGee dalam On Food and Cooking: The Science and Lore of the Kitchen, metode memasak dengan api dan asap dapat menghasilkan senyawa aroma yang memperkaya rasa makanan. Karena itu, teknik memasak tradisional masih dipertahankan di berbagai daerah dan restoran yang ingin menghadirkan cita rasa autentik.

Kini, meskipun perannya telah banyak digantikan oleh kompor modern, tungku tanah liat masih digunakan di sejumlah desa dan menjadi bagian dari warisan budaya kuliner Indonesia. Keberadaannya mengingatkan bahwa kesederhanaan alat memasak masa lalu mampu menghasilkan hidangan yang kaya rasa dan penuh nilai tradisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....