Pahami dan Bijaklah Komsumsi Susu Kental Manis

  • 03 Des 2025 16:47 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Secara umum, susu kental manis terbuat dari susu sapi yang diolah dengan cara menghilangkan sebagian besar kandungan airnya (evaporasi). Sayangnya, tidak semua produk sama sehingga penting untuk mempelajari kandungan produk lebih jauh sebelum memiilih SKM untuk dikonsumsi keluarga.

Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019, susu kental manis adalah produk berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula, atau dari susu rekonstitusi (campuran susu bubuk dengan air) dan gula, hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu.

Gula berfungsi bukan hanya sebagai pemanis, tetapi juga sebagai pengawet alami agar produk tahan lama. Dalam aturan tersebut juga dijelaskan, susu kental manis harus memiliki kadar lemak susu minimal 8% dan protein minimal 6,5%. Artinya, SKM tetap merupakan produk berbasis susu dengan kandungan gizi makro seperti protein, karbohidrat, dan lemak yang dapat memberikan energi bagi tubuh.

Secara umum SKM memiliki bahan dasar yang terdiri dari:

- Susu segar, sebagai sumber protein dan kalsium.

- Gula, menjaga tekstur susu tetap kental sekaligus sebagai bahan pengawet alami.

- Vitamin dan mineral tambahan, sebagai pelengkap kandungan gizinya.

BPOM juga membagi produk SKM ini menjadi beberapa kategori lainnya. Selain susu kental manis, ada juga kategori Susu Kental Manis Lemak Nabati dan Krimer Kental Manis.

Khusus susu kental manis lemak nabati, produk ini diolah dari susu segar, susu rekombinasi, atau susu rekonstitusi yang berbentuk cairan kental dengan sebagian atau seluruh lemaknya diganti dengan lemak nabati. Penambahan gula dilakukan untuk mencapai kepekatan tertentu dengan atau tanpa penambahan lain. Gula yang digunakan pun harus bisa mencegah kerusakan produk. Adapun kadar lemak totalnya tidak kurang dari 8% dan kadar protein total tidak kurang dari 2%.

Sementara itu, krimer kental manis adalah produk susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dari susu yang telah ditambahkan gula dan lemak nabati. Sebagian airnya dihilangkan hingga mencapai kepekatan tertentu, atau merupakan rekonstitusi susu bubuk dengan penambahan gula dan lemak nabati dengan bahan lain. Untuk produk ini, kandungan kadar proteinnya tidak kurang dari 1% dan kadar lemak total tidak kurang dari 8%.

Dari penjelasan BPOM dapat diketahui susu kental manis terbuat dari apa. Memang benar ada produk SKM yang tidak mengandung susu, jika komposisinya hanya terdiri dari whey bubuk (bukan susu segar), gula dan air saja. Jadi, penting untuk selalu membaca label kemasan agar bisa memilih jenis produk SKM yang benar-benar mengandung susu segar.

Kelezatan SKM memang menggoda, tapi tetap perhatikan porsi konsumsinya sesuai dengan jumlah sajian yang disarankan. Jangan lupa kombinasikan SKM dengan makanan bernutrisi lain seperti buah, oats, atau telur agar sarapan harian tetap seimbang.

Cara penyimpanan juga memengaruhi kualitas SKM. Setelah dibuka, simpan di wadah tertutup rapat dan letakkan di lemari pendingin agar teksturnya tetap kental dan tidak terkontaminasi. Jika membeli skm kemasan sachet, pastikan menggunakannya langsung tanpa menyimpannya terlalu lama di suhu ruang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....