Chakue Tionghoa Dalam Balutan Khas Jambi

  • 29 Sep 2025 15:40 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Chakue merupakan jajanan ringan yang sering dijajakan penjual di pasar atau pedagang kaki lima di pinggir jalan. Kudapan berasal dari Tionghoa ini kini sudah banyak tersebar di Jambi. Chakue adalah sejenis roti goreng berbentuk memanjang dan didalamnya agak berongga. Kue ini banyak digemari masyarakat karena rasanya yang gurih, tak terlalu manis, tapi juga tidak terlalu asin. Warnanya kecoklatan, menyerupai dua batang, dibuat dari adonan tepung terigu, baking soda, baking powder, dan garam. Makanan ringan chakue ini biasanya digunakan sebagai pengganti sarapan.

Salah satu tempat kuliner di Jambi yang menjual chakue adalah Cindy Chakue, berlokasi di Jalan Profesor Siwabessy Buluran Kenali Telanaipura. Saban pagi outlet chakue ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Pelanggannya dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, orang dewasa hingga orang tua.

"Biasanya kalau hari sekolah, banyak orang tua yang mengantar anaknya sekolah di sekitar sini, mampir beli chakue buat bekal anaknya. Dekat sini kan ada SD, ada SMP juga, SMA juga ada. Jadi kalau pagi lumayan ramailah", ujar Cindy, owner Cindy Chakue.

Ia berjualan bersama adik laki-lakinya, Rian, yang membantunya menggoreng. Sementara ia bertugas membuat adonan dan melayani pembeli yang datang. Setiap ba'da subuh ia dan adiknya sudah berada di kiosnya untuk membuat adonan.

"Awalnya bantu orang tua buka usaha ini di Perumnas Kota Baru. Waktu itu juga hanya menjual chakue saja, tidak menjual yang lain. Tapi belakangan, selain chakue, kami juga menjual kue lain, tapi dari bahan adonan yang sama. Sudah hampir 4 tahun ini kami buka disini, lepas dari orang tua. Orang tua memang menginginkan kami belajar mandiri", terang Cindy. Selain menjual chakue,

Cindy Chakue saat ini juga menyediakan kue odading dan roti bantal. Ada beberapa varian rasa yang disiapkan, seperti : kelapa, coklat, kacang tanah, dan lain-lain. Harganya pun tergolong murah, hanya 1.000 rupiah per buah. Dalam waktu setengah hari ia bisa mengantongi penjualan sekitar 300 sampai 400 ribu rupiah.

"Kami buka hanya setengah hari, mulai setengah 6 pagi sampai jam 1 siang. Kadang juga sebelum jam 1 siang sudah habis. Alhamdulillah laris manis, banyak yang suka", ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....