Kuliah Farmasi yang Mahal finansial Menjadi Tantangan
- 30 Sep 2026 16:03 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi – Stigma bahwa kuliah di bidang kesehatan, khususnya Farmasi, memerlukan biaya besar dan kemampuan akademis yang tinggi kerap menghantui calon mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, Tim Branding IYPG PD IAI Jambi meluruskan bahwa biaya pendidikan yang dikeluarkan sebanding dengan intensitas praktik dan fasilitas laboratorium yang dibutuhkan.
apt. Puspa Dwi Pratiwi, M.Pharm, Sci, akademisi sekaligus bagian dari tim IYPG, menjelaskan bahwa kurikulum farmasi memiliki proporsi praktik yang cukup besar untuk memastikan kompetensi lulusan. "Kuliah kesehatan memang memerlukan biaya operasional yang tidak sedikit, terutama untuk bahan praktik lab dan penelitian. Namun, di era kurikulum Merdeka Belajar, mahasiswa kini diajak untuk lebih aktif, eksploratif, dan kritis dalam meneliti, termasuk riset bahan alam," katanya.
Selain tantangan finansial, narasumber sepakat bahwa faktor keberhasilan mahasiswa farmasi terletak pada niat pribadi dan dukungan orang tua. Menghadapi mahasiswa generasi Z yang sangat kritis, dunia pendidikan farmasi saat ini terus beradaptasi dengan metode pembelajaran yang lebih interaktif. IYPG berpesan agar calon mahasiswa tidak takut untuk memilih jurusan farmasi, karena prospek kerja apoteker sangat luas, mulai dari praktisi di apotek, rumah sakit, hingga sektor industri.
Pada akhirnya, niat yang kuat serta pemahaman mendalam mengenai prospek profesi menjadi kunci utama bagi calon mahasiswa untuk melangkah mantap menempuh pendidikan farmasi, terlepas dari segala tantangan biaya dan akademis yang ada.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....