Malas Bergerak dalam Jangka Panjang Berisiko Ganggu Kesehatan

  • 25 Sep 2026 04:00 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kebiasaan malas bergerak atau terlalu banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan berbaring dapat berdampak terhadap kesehatan jika dilakukan dalam jangka panjang. Kurangnya aktivitas fisik tidak hanya memengaruhi kebugaran tubuh, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Edukator kesehatan, dr. Saddam Ismail, mengatakan kebiasaan malas bergerak dapat menurunkan konsentrasi dan fungsi kognitif otak. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, kegemukan atau obesitas, hingga resistensi insulin yang dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2. “Efek malas gerak atau mager, suka rebahan, suka nyantai-nyantai, ini kalau dalam jangka panjang bahaya bagi kesehatan,” tutur dr. Saddam.

Menurutnya, dampak kurang bergerak juga dapat dirasakan pada sistem otot dan tulang. Tubuh yang jarang digunakan untuk beraktivitas fisik dapat membuat otot dan persendian lebih mudah mengalami keluhan, sementara dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko osteoporosis.

Karena itu, kebiasaan sehari-hari perlu diimbangi dengan aktivitas fisik dan tidak terlalu lama berada dalam posisi duduk atau berbaring. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara rutin dapat menjadi bagian dari upaya menjaga tubuh tetap aktif.

Dengan membiasakan diri lebih banyak bergerak, masyarakat dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus mengurangi berbagai risiko kesehatan yang berkaitan dengan gaya hidup kurang aktif. Kondisi ini penting diperhatikan terutama bagi mereka yang sehari-hari banyak menghabiskan waktu dengan duduk, bekerja di depan layar, atau beristirahat tanpa aktivitas fisik yang cukup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....