Kabut Asap Berbahaya bagi Kesehatan

  • 22 Sep 2026 14:03 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Asap hasil pembakaran mengandung berbagai partikel dan zat berbahaya yang dapat masuk ke dalam sistem pernapasan, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan.

Salah satu komponen yang perlu diwaspadai adalah partikel halus atau PM2.5. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan dalam kondisi tertentu dapat mencapai aliran darah. Paparan asap dalam waktu singkat maupun berulang dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan, serta memicu batuk, sesak napas dan rasa tidak nyaman pada dada.

Kelompok masyarakat tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma dan penyakit paru kronis perlu mendapatkan perhatian lebih. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara berada pada kondisi tidak sehat.

Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus, serta memastikan ventilasi dan kondisi udara di dalam rumah tetap baik. Masyarakat juga perlu memantau informasi kualitas udara dan mengikuti imbauan dari pemerintah maupun instansi terkait.

Kabut asap akibat karhutla menjadi persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Upaya pencegahan kebakaran, penanganan titik api dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak asap. Dengan kewaspadaan bersama, risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....