OCD pada Remaja Bisa Ganggu Sekolah dan Kehidupan Keluarga

  • 14 Sep 2026 20:47 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kebiasaan mengulang aktivitas, mencuci tangan berkali-kali, atau mengecek pintu berulang kali tidak selalu sekadar kebiasaan atau sifat perfeksionis. Jika dilakukan terus-menerus hingga menyita waktu dan mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan obsesif kompulsif atau OCD.

Edukator kesehatan dr. Saddam Ismail mengatakan OCD yang tidak ditangani dapat memberikan dampak serius terhadap kehidupan remaja, mulai dari kelelahan fisik, terganggunya aktivitas sekolah hingga masalah dalam hubungan sosial dan keluarga. “Dampak pertama adalah kelelahan fisik yang ekstrem. Otak penderita terus dipaksa melawan bayangan menakutkan setiap hari,” tutur dr. Saddam Ismail.

Menurutnya, perilaku kompulsif yang dilakukan berulang kali dapat menghabiskan waktu dan energi. Dalam aktivitas sekolah, misalnya, remaja dapat kesulitan menyelesaikan ujian karena terus menghapus dan menulis ulang jawaban hingga merasa benar-benar sempurna. Kondisi tersebut juga dapat membuat mereka memilih mengisolasi diri karena malu dengan perilaku yang dialami.

OCD juga dapat memengaruhi keharmonisan keluarga ketika orang tua kurang memahami kondisi yang dialami anak. Remaja yang terus mendapat teguran karena dianggap sengaja membuang waktu justru dapat semakin tertekan dan merasa tidak memiliki tempat untuk berlindung. Dalam kondisi berat, kelelahan mental dan rasa putus asa dapat menjadi persoalan serius bagi keselamatan penderita.

Karena itu, keluarga diminta tidak menunggu hingga kondisi semakin parah. Remaja yang mengalami gejala obsesif dan kompulsif hingga mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan dari psikiater untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat. Dukungan keluarga juga penting agar remaja tidak merasa harus menghadapi kondisinya seorang diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....