Kulit Merah setelah Kerokan Bukan Tanda Angin Keluar

  • 30 Agt 2026 14:38 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kerokan masih menjadi salah satu cara yang dilakukan masyarakat ketika merasa tidak enak badan atau masuk angin. Setelah dikerok, kulit biasanya berubah menjadi merah pekat sehingga muncul anggapan bahwa warna merah tersebut merupakan tanda angin keluar dari tubuh.

Edukator kesehatan dr. Saddam Ismail menjelaskan, anggapan tersebut merupakan mitos. Warna merah pada kulit setelah kerokan bukanlah angin yang keluar, melainkan akibat adanya perubahan pada pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit.

“Warna merah itu bukan angin. Garis merah itu adalah pecahnya pembuluh darah kapiler di bawah kulit atau pembuluh darah kecil. Jadi, semakin kuat digosok atau dikerok, semakin merah warnanya,” ujar dr. Saddam Ismail.

Ia menambahkan, rasa nyaman setelah kerokan dapat terjadi karena gesekan pada kulit memberikan sensasi hangat dan dapat memicu pelepasan endorfin yang berperan sebagai pereda nyeri alami. Aliran darah di area yang digosok juga meningkat sehingga tubuh terasa lebih hangat.

Meski dapat memberikan rasa nyaman, kerokan sebaiknya dilakukan dengan tidak terlalu kuat. Tekanan berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit terasa perih. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa rasa enak setelah kerokan bukan berarti angin keluar dari tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....