Cacar Air Boleh Mandi? Ini Faktanya
- 29 Agt 2026 08:00 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Masyarakat masih sering percaya bahwa penderita cacar air tidak boleh mandi atau terkena air karena dikhawatirkan membuat bintik cacar semakin banyak, pecah, dan sulit sembuh. Anggapan tersebut merupakan mitos. Saat mengalami cacar air, kebersihan kulit justru perlu dijaga untuk membantu mencegah terjadinya infeksi.
Edukator kesehatan dr. Saddam Ismail menjelaskan, cacar air menyebabkan munculnya bintik dan lepuhan yang terasa sangat gatal sehingga penderitanya sering tidak sadar menggaruk kulit. “Justru saat cacar air itu kita harus menjaga kebersihan kulit kita. Itu adalah hal yang nomor satu. Kamu wajib mandi, jangan sampai enggak mandi,” jelas dr. Saddam Ismail.
Menurutnya, tubuh yang kotor dan berkeringat dapat membuat bakteri menumpuk di permukaan kulit. Ketika kulit yang kotor kemudian digaruk hingga menimbulkan luka, bakteri dapat masuk ke dalam luka cacar dan menyebabkan infeksi sekunder. Kondisi tersebut dapat membuat luka menjadi bernanah, mengalami peradangan lebih parah, bahkan berisiko meninggalkan bekas luka.
Mandi justru dapat membantu menjaga kebersihan kulit sekaligus mengurangi rasa gatal yang muncul akibat cacar air. Namun, penderita perlu memperhatikan cara mandi. Air yang digunakan sebaiknya tidak terlalu panas, melainkan air hangat kuku. Kulit juga tidak perlu digosok menggunakan spons atau scrub, tetapi cukup dibersihkan secara perlahan dengan sabun yang lembut.
Setelah mandi, tubuh sebaiknya dikeringkan dengan cara ditepuk-tepuk secara perlahan menggunakan handuk, bukan digosok. Cara tersebut dilakukan untuk menghindari iritasi maupun pecahnya lepuhan cacar. Dengan menjaga kebersihan kulit dan menghindari kebiasaan menggaruk, risiko infeksi pada luka cacar dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....