Cangkir Sekali Pakai Biodegradable Bisa Hasilkan Mikroplastik

  • 28 Agt 2026 15:18 WIB
  •  Jambi

RRI. CO. ID, Jambi - Penggunaan cangkir sekali pakai berbahan biodegradable semakin banyak dilirik sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan plastik konvensional. Namun, di balik label ramah lingkungan tersebut, sejumlah produk tetap berpotensi menghasilkan partikel plastik berukuran sangat kecil atau mikroplastik ketika terurai.

Cangkir biodegradable umumnya dibuat dari bahan yang dapat terurai secara biologis atau menggunakan material berbasis tumbuhan. Meski demikian, tidak semua produk biodegradable dapat langsung terurai sempurna di lingkungan terbuka.

Dalam kondisi tertentu, terutama ketika proses penguraian tidak berlangsung optimal, material tersebut dapat mengalami fragmentasi menjadi partikel berukuran sangat kecil. Pada produk yang masih mengandung lapisan atau komponen berbasis plastik, proses tersebut juga berpotensi menghasilkan mikroplastik.

Para ahli lingkungan menilai, penggunaan istilah biodegradable perlu dipahami secara lebih cermat. Produk yang disebut biodegradable belum tentu dapat terurai dengan cepat di tanah, sungai, atau laut. Sebagian membutuhkan kondisi tertentu, seperti suhu, kelembapan, mikroorganisme, dan fasilitas pengolahan khusus.

Karena itu, masyarakat dianjurkan tidak hanya melihat label biodegradable ketika memilih produk sekali pakai. Informasi mengenai bahan penyusun, sertifikasi, serta cara pembuangan dan pengolahannya juga penting diperhatikan.

Di sisi lain, langkah yang lebih efektif untuk mengurangi pencemaran adalah mengurangi penggunaan produk sekali pakai. Membawa cangkir atau botol minum yang dapat digunakan berulang kali menjadi salah satu pilihan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, penggunaan cangkir biodegradable tetap perlu disertai pemahaman mengenai siklus hidup produknya. Label ramah lingkungan sebaiknya tidak menjadi alasan untuk meningkatkan konsumsi barang sekali pakai, melainkan menjadi bagian dari upaya menuju pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....