Dinkes Kota Jambi Skrining TBC di 124 Lokus, Sasar Kontak Erat dan Kelompok Berisiko

  • 24 Agt 2026 22:20 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi memperluas upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan skrining yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Jambi, Rini Kartika, mengatakan skriningTBC dilaksanakan di 124 lokus (tempat) yang tersebar di seluruh wilayah Kota Jambi. Pelaksanaannya dibagi berdasarkan wilayah kerja masing-masing puskesmas dan telah memiliki jadwal kegiatan.

“Kalau untuk kegiatan skrining TBC, terintegrasi dengan CKG, itu ada 124 lokus di seluruh Kota Jambi. Kita bagi berdasarkan wilayah kerja puskesmas,” ujar Rini, di sela kegiatan Skring TBC terintegrasi CKG yang berlangsung di kelurahan Lebak Bandung, Kota Jambi, Senin 24 Agustus 2026.

Menurutnya, skrining dilakukan dengan dua metode, yakni pemeriksaan menggunakan rontgen dan pemeriksaan berdasarkan keluhan atau gejala yang dialami masyarakat.

Dari total 124 lokus tersebut, sebanyak 32 lokus menggunakan metode rontgen, sedangkan 92 lokus lainnya menggunakan metode screening gejala.

Setiap kegiatan ditargetkan diikuti sekitar 100 peserta. Sasaran utama adalah kontak erat pasien TBC, khususnya orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak dekat dengan pasien TBC yang menjalani pengobatan pada 2025 dan 2026.

Selain itu, screening juga menyasar masyarakat yang memiliki faktor risiko, seperti penderita diabetes melitus (DM) dan perokok.

“Target dari pusat untuk Kota Jambi tahun ini 2.770 kasus. Realisasi sampai sekarang sekitar 1.200-an, jadi baru separuhnya,” katanya.

Rini menyebut capaian penemuan kasus TBC di Kota Jambi masih belum memenuhi target. Pada tahun sebelumnya, capaian penemuan kasus baru mencapai sekitar 86 persen dari target.

Karena itu, kegiatan skrining menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan penemuan kasus secara dini.

“Pencegahan TBC salah satunya adalah menemukan kasus TBC sedini mungkin, kemudian mengobati sampai sembuh, sehingga dia tidak berpotensi lagi untuk menularkan ke sekitarnya,” ujar Rini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....