Tenggorokan Mulai Gatal saat Kabut Asap? Ini Cara Menjaganya Tetap Sehat
- 24 Agt 2026 22:06 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, JAMBI – Kabut asap bukan hanya membuat pandangan menjadi terbatas. Bagi sebagian orang, paparan asap juga bisa membuat tenggorokan terasa kering, gatal, perih, hingga memicu batuk.
Kondisi tersebut terjadi karena asap kebakaran membawa berbagai polutan, termasuk partikel halus PM2.5 yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan polusi dalam kadar tinggi juga dapat memperburuk gangguan pernapasan yang sudah dimiliki seseorang.
Karena itu, ketika kualitas udara sedang memburuk, menjaga kesehatan tenggorokan dan mengurangi paparan asap menjadi hal yang penting.
- Kurangi aktivitas di luar ruangan
Saat udara terlihat berasap atau kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah, terutama aktivitas fisik yang membuat kita bernapas lebih cepat.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga menyarankan masyarakat untuk lebih banyak berada di dalam ruangan ketika paparan asap tinggi dan mengikuti informasi dari otoritas setempat. - Gunakan masker yang tepat
Kalau harus keluar rumah, gunakan masker yang dapat menyaring partikel halus dengan baik dan pastikan masker menutup hidung serta mulut dengan rapat.
WHO merekomendasikan penggunaan masker yang pas, seperti FFP2 atau N95, ketika seseorang harus berada di luar saat paparan asap tinggi. - Jaga tubuh tetap terhidrasi
Tenggorokan yang terpapar udara berasap dapat terasa lebih tidak nyaman. Karena itu, pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan dan jangan menunggu sampai merasa sangat haus untuk minum.
Minuman hangat juga dapat menjadi pilihan ketika tenggorokan terasa kurang nyaman. - Hindari asap tambahan
Ketika kualitas udara luar sedang buruk, jangan menambah beban polusi di dalam rumah.
Hindari merokok di dalam ruangan dan kurangi aktivitas yang menghasilkan asap, seperti membakar sampah atau menggunakan sumber pembakaran yang menghasilkan asap. WHO juga menyarankan mengurangi sumber polusi udara di dalam ruangan selama periode asap tinggi. - Tutup pintu dan jendela ketika asap sedang pekat
Jika kondisi udara di luar sedang buruk, menutup pintu dan jendela dapat membantu mengurangi masuknya asap ke dalam rumah. Jika menggunakan pendingin ruangan, mode sirkulasi ulang dapat membantu mengurangi masuknya udara luar yang tercemar. - Jangan abaikan gejala
Batuk ringan atau tenggorokan terasa tidak nyaman bisa menjadi tanda tubuh sedang terpapar iritan. Namun, jika muncul keluhan seperti sulit bernapas, nyeri dada, batuk berat, atau kondisi semakin memburuk, jangan menunda untuk mendapatkan pertolongan medis.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit tertentu termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara.Di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat, menjaga kesehatan tenggorokan bukan hanya soal membuat tubuh terasa nyaman. Yang paling penting adalah mengurangi paparan asap sebanyak mungkin.Jadi, kalau udara sedang berkabut asap, jangan tunggu tenggorokan terasa perih baru mulai waspada.
Kurangi aktivitas di luar, gunakan masker yang tepat, jaga kualitas udara di dalam rumah, dan pantau terus informasi kualitas udara dari sumber resmi.
Karena udara yang sehat adalah bagian penting dari kesehatan kita setiap hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....