Tips Badan Tetap Fresh Selama Sesi Workout
- 03 Agt 2026 19:47 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Olahraga memang jadi salah satu rutinitas wajib, khususnya untuk yang ingin punya tubuh sehat dan bugar. Namun, tidak sedikit yang justru merasa lemas, pusing, atau gampang capek di tengah-tengah sesi workout.
Padahal, badan yang fresh selama berolahraga itu penting banget supaya hasil latihan lebih maksimal dan risiko cedera bisa diminimalkan. Sesungguhnya, rasa fresh saat workout itu tidak datang begitu saja. Ada banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari apa yang dikonsumsi sebelum latihan, cara tubuh dipersiapkan, sampai kebiasaan setelah olahraga selesai.
Biar sesi olahraga Kamu makin maksimal dan badan tetap segar dari awal sampai akhir, ada tujuh tips supaya badan tetap fresh selama sesi workout.
1. Jangan Skip Makan Sebelum Workout
Saat perut kosong, tubuh kekurangan sumber energi utama yang dibutuhkan otot untuk bekerja secara optimal selama latihan berlangsung. Banyak yang beranggapan kalau olahraga dalam kondisi perut kosong bisa bikin pembakaran lemak lebih maksimal, padahal anggapan ini tidak sepenuhnya benar dan justru bisa berdampak buruk buat tubuh.
Melewatkan makan sebelum workout bisa membuat kadar gula darah turun drastis. Akibatnya, bisa merasa pusing, lemas, bahkan mual di tengah sesi olahraga. Kondisi ini tentu saja mengganggu performa latihan dan membuat tubuh nggak bisa bergerak dengan maksimal seperti yang diharapkan.
Kamu bisa mengonsumsi makanan ringan yang mengandung karbohidrat kompleks sekitar satu hingga dua jam sebelum olahraga. Seperti pisang, oatmeal, atau roti gandum dengan selai kacang bisa jadi sumber energi yang pas tanpa membuat perut terasa penuh saat bergerak.
| Baca juga: Minum Air Es saat Kondisi Terik, Bolehkah? |
2. Pastikan Tubuh Tetap Terhidrasi
Saat workout, tubuh kehilangan cairan lewat keringat dalam jumlah yang cukup banyak, apalagi kalau latihannya intens atau dilakukan di ruangan yang panas. Kalau cairan yang hilang ini nggak segera diganti, tubuh bisa mengalami dehidrasi. Air putih memegang peranan besar dalam menjaga performa tubuh saat berolahraga.
Sebelum mulai olahraga, pastikan Kamu sudah minum air putih yang cukup, minimal segelas sekitar satu jam sebelumnya. Selama olahraga berlangsung, jangan lupa untuk tetap minum air secara berkala, terutama di sela-sela set atau saat jeda istirahat. Tak perlu minum dalam jumlah banyak sekaligus, cukup beberapa teguk setiap 15-20 menit untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi tanpa membuat perut terasa penuh.
Ini membantu tubuh memasuki sesi latihan dengan kondisi cairan yang sudah optimal, sehingga tidak mudah merasa haus atau lemas di awal-awal gerakan.
3. Gunakan Outfit yang Nyaman Saat Workout
Banyak yang fokus pada tampilan outfit yang stylish, tapi lupa memperhatikan aspek fungsionalitasnya. Padahal, outfit yang nggak sesuai bisa mengganggu gerakan dan membuat tubuh cepat merasa tak nyaman.
Pemilihan outfit saat berolahraga ternyata punya pengaruh besar terhadap kenyamanan dan performa latihan. Bahan pakaian jadi salah satu hal utama yang perlu diperhatikan. Pilih material yang breathable dan mampu menyerap keringat dengan baik. Selain bahan, ukuran outfit juga perlu disesuaikan dengan jenis olahraga yang dilakukan.
Untuk latihan dengan gerakan aktif seperti HIIT atau lari, pakaian yang agak fit namun tetap fleksibel akan lebih mendukung pergerakan dibanding pakaian yang terlalu longgar atau justru terlalu ketat. Dengan outfit yang tepat,dan Kamu bisa lebih fokus menjalani sesi latihan tanpa terganggu. Selain mendukung performa, outfit yang sesuai, meningkatkan rasa percaya diri selama berolahraga.
4. Lakukan Pemanasan Sebelum Mulai Workout
Pemanasan punya peran penting dalam mempersiapkan tubuh sebelum melakukan aktivitas fisik yang lebih berat. Tanpa pemanasan, tubuh belum siap menerima beban latihan yang akan dijalani.
Pemanasan sering kali dianggap sepele dan banyak dilewatkan karena keterbatasan waktu. Salah satu fungsi utama pemanasan adalah meningkatkan suhu tubuh secara bertahap. Ketika suhu tubuh naik, aliran darah ke otot-otot akan meningkat sehingga otot menjadi lebih elastis dan siap digerakkan. Kondisi ini membantu mengurangi risiko otot tertarik atau kram saat olahraga berlangsung.
Gerakan pemanasan membantu melatih fleksibilitas sendi dan otot sebelum benar-benar masuk ke sesi latihan utama. Dan bisa dilakukan cukup sederhana, seperti jogging ringan di tempat, jumping jack, atau dynamic stretching selama 5-10 menit.
5. Atur Intensitas Latihan Sesuai Kemampuan
Semangat berolahraga memang bagus, namun memaksakan intensitas latihan yang terlalu tinggi tanpa memperhatikan kemampuan tubuh justru bisa berdampak buruk. Setiap orang punya kapasitas tubuh yang berbeda-beda, tergantung dari tingkat kebugaran, usia, hingga riwayat kesehatan masing-masing. Karena itu, penting untuk mengenali batas kemampuan diri sendiri sebelum menentukan intensitas latihan yang akan dijalani setiap harinya.
Banyak yang ingin hasil cepat sehingga langsung melakukan latihan berat, padahal tubuh belum terbiasa dengan beban tersebut. Dengan mengatur intensitas sesuai kemampuan, Berolahraga secara konsisten dalam jangka panjang tanpa risiko cedera atau kelelahan berlebih. Ingat, olahraga yang berkelanjutan jauh lebih bermanfaat dibanding latihan berat yang berujung cedera dan berhenti di tengah jalan.
6. Jangan Lupa Cooling Down
Cooling down berfungsi untuk menurunkan detak jantung secara perlahan setelah latihan. Setelah sesi olahraga selesai, banyak orang yang langsung berhenti bergerak dan melewatkan tahap cooling down. Padahal, cooling down sama pentingnya dengan pemanasan karena membantu tubuh kembali ke kondisi normal secara bertahap setelah beraktivitas fisik intens.
Kalau tubuh berhenti bergerak secara mendadak setelah olahraga intens, darah bisa terkumpul di area kaki dan menyebabkan pusing atau bahkan pingsan pada beberapa kasus tertentu. Gerakan cooling down yang bisa dilakukan cukup sederhana, seperti jalan santai selama beberapa menit diikuti dengan static stretching pada otot-otot yang banyak digunakan selama latihan.
7. Konsumsi Protein Setelah Workout
Setelah tubuh bekerja keras selama sesi olahraga, kebutuhan nutrisi pasca latihan juga perlu diperhatikan dengan baik. Salah satu nutrisi penting yang wajib dikonsumsi setelah workout adalah protein yang berperan besar dalam proses pemulihan otot.
Protein berfungsi untuk membantu memperbaiki dan membangun kembali jaringan otot yang mengalami kerusakan tersebut, sehingga otot bisa pulih dan berkembang lebih optimal. Selama olahraga, terutama latihan beban atau strength training, serat-serat otot mengalami kerusakan mikro.
Sumber protein yang bisa dikonsumsi setelah workout cukup beragam, mulai dari sumber hewani seperti telur, dada ayam, dan ikan, hingga sumber nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. bisa memilih sesuai preferensi dan kebutuhan diet masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....